LIBRARY {KYUHYUN’S SIDE}

aqw A storyline by harmonikyu~

First meeting.. Aku melihatmu sedang berjongkok di tengah jalan. Rasa penasaran akan sikapmu yang sedikit janggal itu berhasil menggelitik hatiku untuk berjalan mendekatimu. Namun, baru beberapa langkah sesayup ku dengar suara isakan kecil yang ku yakini terdengar dari bibir mungilmu. Aku mematung di tempatku. Mengurungkan niatku untuk mendekatimu. Akupun memilih untuk bersembunyi di balik pohon terdekat saat kau bangkit dari tempatmu. Seekor anak kucing malang yang ku yakini sudah tak bernyawa kau dekap di dadamu. Aku melihatmu menangis. Dan anehnya bukannya merasa turut sedih tapi aku malah merasa debaran yang tak biasa di dadaku. Kau..dengan linangan air mata yang menganak sungai di pipi mu, berhasil menghipnotisku. Aku terpesona, sungguh. Baru kali ini aku melihat ada wanita yang terlihat begitu cantik ketika sedang menangis. Apakah aku aneh ? Ahh..aku selalu merasa aneh jika itu menyangkut dirimu.. Second meeting.. Aku bertemu denganmu lagi.. Tapi kali ini kau terlihat sangat bahagia. Terbukti dari senyum yang tak mau lepas dari bibirmu. Bahkan sesekali kau tertawa lepas saat salah satu temanmu membuat lelucon. Aku mengangkat gelas machiatto ku yang masih terisi penuh. Aneh..padahal macchiato yang ku pesan di café ini selalu terasa pahit –karena memang aku yang minta agar minumanku hanya diberi sedikit gula- tapi kali ini entah kenapa macchiato yang biasanya pahit jadi lebih manis dari biasanya. Apa itu karena aku meminumnya sembari memandangi wajahmu ? Third meeting.. Aku tak henti-hentinya mengumpat saat Ahra noona berhasil menyeretku ke toko sepatu langganannya. Ini sudah lebih dari dua jam pasca kedatangan kami kesini. Ku lihat ahra noona masih sibuk memilih deretan wedges yang berbaris rapi di depannya. Aku memutar bola mataku jengah lalu memilih untuk meninggalkan Ahra noona untuk mencari tempat yang bisa ku duduki. Berdiri selama dua jam cukup membuat kakiku pegal. Di saat aku berhasil menemukan tempat duduk tak sengaja mataku menatap pantulan seorang gadis dari cermin yang ada di depanku. Mataku membola dan darahku berdesir saat melihat sosok tersebut. Buru-buru ku balikkan tubuhku ke belakang untuk melihat sosok itu langsung. Deg ! Aku melihatmu.. Tanpa ku perintah sudut bibirku tertarik hingga membentuk sebuah lengkungan. Aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan mendekatimu. Tak terlalu dekat. Aku memutuskan untuk menghentikan langkahku dan bersembunyi di balik rak sepatu yang tepat berada di belakangmu. Ku lihat kau sedang asyik memilih sneaker yang terpampang di hadapanmu. Sneaker ? Apa kau yakin dengan pilihanmu itu sayang ? Fourth meeting.. Kaget, berdebar, dan bahagia.. Semuanya bercampur jadi satu saat mataku tak sengaja menangkap sosokmu tepat setelah aku selesai menyampaikan pidato singkat sebagai perwakilan murid baru di atas podium. Aku tak menyangka, ternyata kau juga bersekolah di sekolah yang sama denganku, memakai seragam yang sama denganku –tapi tidak untuk bawahannya- Deg ! Jantungku berdetak kencang saat pandangan kita saling bertemu. Namun, hal itu tak berlangsung lama karena kau buru-buru membuang muka dan menatap kearah lain. Ada apa sayang ? Apa banner yang terpajang di dinding itu lebih menarik daripada aku ? *** Memasuki bulan pertama dimana aku masih mengagumi sosokmu. Di sudut perpustakaan yang ku yakini jarang di jamah oleh orang ini, aku meringkuk dengan psp di tanganku. Sebenarnya aku tak sungguh-sungguh memainkan psp ini. Terkadang aku mencuri pandang kearahmu yang beberapa meter ada di depanku. Aku tak henti-hentinya tersenyum. Kau terlihat begitu serius dengan bacaanmu, tapi terkadang ku lihat wajahmu memerah atau tersenyum di saat yang bersamaan. Haah..andaikan aku yang jadi buku tersebut, pasti aku akan menjadi orang paling bahagia sedunia, karena bisa melihat senyum dan rona merah yang ada di pipimu itu. * Hari ini aku sedikit terlambat. Langkahku terhenti saat ku lihat sosok yang selalu berhasil membuat dadaku berdebar tengah berdiri membelakangiku. Sebuah ide gila tercetus di benakku saat ku lihat kau yang terlihat sibuk mencari sesuatu. Aku melangkah ragu mendekatimu. Setelah meyakinkan diri akhirnya ku beranikan diri untuk menyapamu. “Jogi~ apa kau ingin meminjam buku itu ?” Aku mengumpat dalam hati. Merutuki kebodohanku akan kalimat yang baru saja meluncur dari mulutku. Bukan ! Bukan kalimat ini yang ingin ku ucapkan pada mu ! Sungguh, aku ingin sekali menyapamu, mengajakmu berkenalan dan mulai mendekatkan diri padamu. Tapi, tatapan itu. Tatapan mata itu berhasil membuyarkan segala kalimat yang sudah ku susun rapi di kepalaku. Kau dengan bola mata yang membesar karena kaget menatap lurus kearahku. Ah..bola mata itu. Aku rasa setelah ini aku akan menobatkannya sebagai mata terindah yang pernah ku lihat selama ini. Kau melirik kearah buku yang sedang kau genggam. “A..aniyo..juseyo..” Kau menyerahkan buku tersebut padaku. Aku tersenyum lalu menerima buku tersebut. Sejenak ku tatap buku yang ada di tanganku. Aku tertawa dalam hati, bahkan buku ini sudah ku baca lebih dari 3 kali. Kini tatapanku kembali mengarah padamu. Sedikit bingung dengan ekspresimu yang terlihat tidak nyaman di tambah dengan wajahmu yang memerah. “Keundae..neo gwenchana ?? wajahmu memerah, apa kau demam ??” Aku bertanya khawatir. “A..aniyo !!! nan gwenchana, jongmal” Aku menyipitkan mataku begitu mendengar jawaban darimu. Belum sempat aku membuka mulutku hendak kembali bersuara, tiba-tiba kau membungkuk dalam dan berlari meninggalkanku. Kenapa kau lari sayang ? Apa aku menakutimu ? * Ku akui, kedatanganku yang begitu tiba-tiba menghampirimu tak ayal membuatmu merasa tidak nyaman. Aku dapat memakluminya. Tapi, saat aku tak sengaja melihatmu yang baru saja keluar dari kelas dengan seorang lelaki berhasil membuat dadaku serasa di remas. Kau tersenyum, bahkan tertawa lepas bersama laki-laki itu. Selama ini aku hanya bisa mengamatimu dari jauh. Menikmati ekspresi bahagiamu ketika kau sedang bersenda gurau bersama teman-temanmu. Tapi kali ini, kau tersenyum dan tertawa bersama lelaki lain. Membuatku tak tahan ingin berlari kearahmu, mendekapmu erat dan berteriak pada lelaki itu bahwa kau adalah milikku. Tapi tentu saja hal itu tidak mungkin ku lakukan. Aku lebih memilih diam di tempat. Mengamati punggungmu yang perlahan mulai menjauh. Ahh..bukankah aku terlalu pengecut, sayang ? * Setelah berpikir semalaman, akhirnya dengan tekad yang bulat aku kembali mendatangi perpustakaan. Berharap bisa menemukanmu disana dan mengungkapkan bagaimana perasaanku terhadapmu. Aku tak peduli jika nantinya kau akan menganggapku aneh atau gila. Aku tak peduli itu. Setidaknya kau tau, bahwa aku, pria yang mengamatimu dalam diam, pria yang mengagumi dalam diam, dan pria yang mencintaimu dalam diam. Ku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan perpustakaan yang begitu ramai. Ku datangi tempat dimana biasanya kau berdiri diam sambil membaca buku yang ada di tanganmu. Tapi tak kutemukan sosokmu. Tidak sebelum akhirnya aku tak sengaja melihat punggungmu yang berada tak jauh dari tempat ku berdiri saat ini. Aku melangkah cepat seakan takut kehilanganmu. Saat aku telah berdiri tepat dibelakangmu, ku edarkan pandanganku ke kursi yang ada di sebelah kiri dan kananmu. “Aisshh..kenapa tak ada kursi yang kosong ??” gumamku kesal. “Jogi…kau bisa duduk disini..jika kau mau” Aku menoleh saat suara lembut itu berseru padaku. Kau berdiri dari tempat dudukmu dan mengemasi seluruh peralatanmu dari atas meja. Andwae !! kau tidak boleh pergi sayang. Tidak sebelum kau dengar pengakuan cintaku. Aku menoleh panik pada kursi yang kau tempati tadi. Namun, setelah itu seulas senyum terkembang di bibirku. Karena pada saat aku menoleh seorang pria berkacamata yang tadinya duduk di sebelah kursimu berdiri dari tempatnya dan pergi begitu saja. “Park Minrin-ssi” panggilku cepat. Kau membeku di tempat saat aku menyerukan namamu. Ah..bukankah ini pertama kalinya aku menyebut namamu ? “Y..ye ??” suaramu terdengar gugup. Ah, apa aku membuatmu takut lagi sayang ? Aku mengendikkan kepalaku pada kursi kosong yang baru saja di tinggali oleh si pria berkacamata tadi. Kau melangkah ragu dan mendudukkan dirimu tepat disebelahku. Aku melirik kearahmu yang ternyata sudah menyibukkan diri dengan buku bacaan yang ada di tanganmu. Aku menarik nafas panjang, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Ternyata duduk bersebelahan denganmu cukup membuat jantungku berdegup liar. “Gomawo” Kulihat kau menoleh kaget padaku. Dan akupun berusaha menampilkan senyum terbaikku padamu. Eomma dan nuna bilang aku terlihat sangat tampan jika tersenyum seperti ini. Dan aku harap kau berpikiran sama dengan mereka. “Y..ye” Lagi-lagi kau berseru seperti orang ketakutan. Heran, apakah kau tak terpesona dengan senyumku barusan ? “Eo..keundae~ kenapa kau bisa tau namaku ?” Kau menatapku dengan tatapan bingung, menciptakan kerutan-kerutan di dahimu yang cantik itu. Aku sedikit menyeringai, “Kau sedang tak memakai seragam orang lain, bukan ?” ujarku sambil terkekeh. Aku tertawa dalam hati. Menertawai ucapanku yang seolah mengetaui namamu dari papan nama yang ada di seragammu. Bagaimana mungkin aku tak mengetahui nama gadisku sendiri ? Hahaha. Kau terdiam dengan wajah yang terlihat merah merona. Ah..tahukah kau betapa inginnya aku menyentuh rona merah itu. Kau memalingkan wajahmu setelah sempat menampilkan senyum bodoh padaku. Kini, kau kembali menekuni buku-buku mu, membuatku sedikit merasa kecewa karena tak bisa memandangi wajahmu dari jarak sedekat ini lebih lama. Akupun teringat dengan niatku semula. Aku menghela nafas panjang lalu membuka mulutku untuk bersuara, namun entah karena perasaan gugup atau lainnya aku kembali mengatupkan mulutku dan kata-kata yang sudah susah payah ku susun sejak kemarin buyar begitu saja. Aku mengusap wajahku frustasi. Aku lupa kalau aku bukanlah tipikal pria yang pandai berbicara. Cukup lama aku terdiam memikirkan bagaimana cara mengungkakan isi hatiku padamu. Sampai sebuah ide cemerlang terlintas di benakku. Aku meraih buku dan pulpen yang sempat ku bawa dari kelas dan mulai mencoret-coret sesuatu disana. 1 Aku tersenyum puas saat melihat salah satu karya jeniusku. 2 seperti yang diketahui bisa di notasikan dengan huruf i. Dan rumus persamaan 3 dapat diperoleh garis dari fungsi parametik yang hasilnya akan menjadi seperti ini 4 Dan yang terakhir, bentuk grafik exponensial 5 akan di diperoleh jadi seperti ini 6 Aku menatap bangga lembaran kertas yang ada di hadapanku. Bukankah ini keren ? Hahahaha. Membuat i love you dari rumus matematika, wah..ternyata ada gunanya juga aku bergelut dengan ‘kalian’ setiap hari. Keundae, apa gadis ini bisa menyelesaikan soal ini ? Bagaimana kalau ia tidak bisa ? Aku menghela nafas kecewa lalu meremukkan lembaran kertas tersebut menjadi objek tak berbentuk hingga menjadi bola kecil. Aku kembali berpikir keras. Berusaha menemukan rumus matematika yang lebih mudah. Setelah terdiam cukup lama, akhirnya otakku yang cemerlang ini kembali melahirkan ide-ide cerdas lainnya. Kembali ku tekuni lembaran buku yang sejak tadi ku biarkan terbuka dan mulai mencoret-coret rumus matematika didalamnya. Kali ini aku tak dapat menahan senyum penuh rasa bangga saat menemukan rumus yang tepat. Aku menghela nafas sejenak, lalu menatap gadis yang masih duduk diam disampingku ini. sayang, ayo liat aku ! “Min rin-ssi” “Y..ye ??” kau menoleh cepat tepat saat aku memanggil namamu. Sebisa mungkin ku tekan rasa gugup yang kini tengah melandaku dan dengan beraninya menyerahkan selembar kertas padamu. “Bisakah kau menyelesaikan soal ini ?” Ujarku. Oh aku harap kau tak mendengar suaraku yang sedikit bergetar saking gugupnya. Kau menerima lembaran kertas tersebut lalu menatapnya sejenak sebelum kau menatapku kembali. Ekspresi kebingungan dapat ku tangkap dari dahimu yang berkerut saat melihat isi dari kertas tersebut. Oh ayolah, tak bisakah kau mengerjakannya saja ? Aku mendesah lega saat kau kembali menatap kertas tersebut dan memilih untuk mengerjakannya ketimbang bertanya apa maksud dari tindakanku. Aku tersenyum samar sambil memerhatikan raut wajah seriusmu saat mengerjakan soal yang ku berikan. Oh, aku harap kau tak membenci pelajaran matematika sayang. “Jogi-yo~” Kegiatan ku yang tengah memandangiku terhenti sudah saat suara lembutmu menyadarkanku dari khayalan indahku. Kau menyodorkan kertas tersebut padaku. Aku tersenyum, bukankah itu artinya kau telah berhasil menjawab soal dariku. “Geurae..ku rasa angka-angka tersebut bisa mewakili bagaimana perasaanku terhadapmu min rin-ssi” Kau terlihat semakin bingung karena ucapanku dan kembali menatap lembaran kertas yang ada di tanganmu. Aku memerhatikan gerak-gerikmu. Mulai dari gerakan bibirmu hingga bola mata yang membesar ketika menyadari maksud dari rumus matematika tersebut. Dan tepat saat kau menolehkan kepalamu padaku, saat itulah aku memantapkan hatiku untuk berkata, “saranghae Park Minrin” Ku lihat dirimu tertegun begitu mendengar kalimat mengejutkan dariku. Jangankan kamu sayang, aku juga ikut kaget dengan ucapanku sendiri. Cukup lama kau terpaku di tempatmu. Membuatku mulai merasa resah karena tak kunjung mendapatkan jawaban atau respon apapun dari dirimu. Oh ayolah sayang, jawab pernyataan cintaku ! “mi rin-ssi” tegurku. Kau sedikit terkesiap lalu berdehem singkat. “Aku menyukaimu, ah ani..aku mencintaimu. Maukah kau menjadi gadisku ?” Aku menatapmu lekat-lekat. Menunggu kalimat apa yang akan meluncur dari bibirmu. Namun bukannya menjawab pertanyaanku kau malah berhasil membuatku bingung dengan tingkahmu. “Min rin-ssi” panggilku saat kau membalikkan badanmu dan menundukkan kepalamu. “Jangan ganggu aku” Aku terperangah saat mendengar jawaban darimu. Oh tidak ! Apa itu artinya kau menolakku ? Aku mulai merasakan sesak di dadaku. Ternyata begini rasanya di tolak. Aku tersenyum kecut lalu menekuk kepalaku sedih. Ahh..aku rasa aku tidak akan bisa tidur malam ini. Perlahan, aku mulai beranjak dari tempatku. Bayangan saat kau tersenyum sambil mengatakan “iya” hilang begitu saja. Hah, bukankah aku terlalu percaya diri ? “Kyuhyun-ssi” Suara itu menghentikan gerakanku. Sedikit kaget karena kau menyerukan namaku. Oh ayolah Cho Kyuhyun, aku rasa siapapun juga akan mengetahui namamu. Bukankah kau perwakilan murid baru yang diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat di hadapan semua siswa dan para guru ? Lagipula, dia pasti melihat papan namaku. “Ye ?” gumamku sedikit gugup. Kau menyodorkan kertas yang ku berikan padamu. “bisa kau kerjakan soal yang ada disana ?” Aku terperangah lalu menatap kertas yang ada di tanganku. (35x + 16y)/5 = 7x + 3y + 7 Aku mengernyit heran saat melihat tulisan tanganmu. Apa kau sedang menolakku dengan rumus matematika, sayang ? Tanpa banyak tanya akupun mulai mengerjakan soal tersebut. (35x + 16y)/5 = 7x + 3y + 7 35x + 16y = (7x+3y+7) 5 35x + 16y = 35x+ 15y +35 16y-15y = 35x-35x +35 y = 35 Aku menatap hasil pekerjaanku dan sedikit mengernyit saat melihat hasil akhirnya. Y = 35 “yah, aku rasa angka tersebut bisa mewakiliku untuk menjawab pertanyaan darimu” Aku menatap gadis ini takjub. Y = 35 apakah itu berarti yes ? Saat aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri memahami arti dari balik semua ini, tiba-tiba aku merasakan bisikan lembut tepat di telingaku. “nado saranghae cho kyuhyun” Fin. Oke. Kalian boleh timpuk aku -_______-‘ ternyata bikin ff dari POV cowok susah juga yah ._. Aku yakin banget ini ff pasti gak dapet feel, gaje, dan blablabla.. Sepertinya aku gak bakat nulis ._. tapi ide-ide liar tentang cho kyuhyun terus menggerayanyi pikiranku membuatku tak tahan ingin menuangkannya ke dalam bentuk cerita. Kritik dan sarannya ditunggu ya teman-teman. Yah..buat perbaikanlah supaya aku bisa menulis cerita lebih baik lagi. Jujur, aku paling tidak bisa merangkai kata-kata indah nan rumit. Makanya ni ff terkesan biasa *biasa banget malah ._____. Oke, kayaknya aku kebanyakan bacot. For all readers, thanks so much karena udah menyempatkan waktu berharga kalian buat baca ff nista ini. gomawo #deep bow

Advertisements

6 thoughts on “LIBRARY {KYUHYUN’S SIDE}

  1. kyaaaaa ternyata ada kyu’s sidenya.
    awalnya aku baca yang di superjuniorfanfiction2010. terus iseng nyari wordpressnya si eonni. abis ketemu langsung baca ini deh 😀

  2. Wah. Ada library versi kyu pov.
    Aku sblumnya bca library yg di sjff.
    Keren banget yg side ini chingu.
    Kyu trnyata udh suka minrin dri lama. Hhe.
    Makin cinta dah ama sikap romantis mreka berdua.
    Gaya penulisan dan penggambaran perasaan tokoh dicrita itu udh bgus kok chingu.
    Hhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s