PATISSIER {RECIPE II}

Drama-Terbaru-Donghae-SuJu

A story line by Harmonikyu

Warning : GAJE & TYPO DIMANA-MANA..!! no bashing and this fanfiction is forbidden for silent readers !!
COMENTS LIKE OXYGEN ~

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Min Mi POV

“hoamm !!” tak terhitung sudah berapa kali aku menguap hari ini. Semalam aku memang kurang tidur, itu karena aku asyik bertanding game dengan kyuhyun. Awalnya bocah itu datang karena ingin mengerjakan tugas bersama min rin, tapi pada akhirnya ia malah menantangku bermain game dan membiarkan min rin memberengut kesal karena harus mengerjakan tugas mereka sendirian. Aku yang memang menyukai game menjadi merasa tertantang dan menerima ajakan kyuhyun. Dan see ! aku dan dia menyelesaikan permainan kami hingga larut malam. Tapi yang anehnya, ketika aku berpapasan dengan kyuhyun pagi tadi, bocah itu terlihat segar berbeda denganku, aku harus rela menggunakan bedak setebal mungkin untuk menutupi lingkaran hitam di bawah mataku ini.

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru kelas. Hah..semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Lalu aku melirik kearah sungmin yang duduk di sebelahku, ia terlihat sedang asyik mencoret-coret kertasnya dengan gambar-gambar makanan. “sungmin-ah~ kau sedang menggambar apa ?” tegurku padanya. Sungmin mengalihkan pandangannya kearahku, lalu dengan bangganya memamerkan kertas hasil coretannya padaku.

“ini gratin buah..” seru sungmin girang.

“aku sedang berusaha untuk menciptakan kreasi dari buah, dan kali ini aku mencoba untuk membuat buah hangat, jadi meskipun cuaca sedang dingin kita masih bisa tetap mengonsumsi buah-buahan yang kita inginkan..” lanjut sungmin. Aku membentuk huruf ‘o’ dari mulutku sambil mengangguk-anggukkan kepalaku. Sungmin memang hebat, waktu senggangpun ia gunakan untuk menciptakan kreasi masakan. Benar-benar murid yang patut di banggakan tak sama sepertiku -____-‘

“tapi aku masih bingung, bagaimana cara membuatnya menjadi hangat” sungmin terlihat berpikir keras. Ia menelungkupkan kepalanya di atas meja dan menatapku sendu.

“tinggal tunggu sampai ia hangat apa susahnya ?” balasku.

“kalau begitu buahnya tidak segar lagi, pabo ! nanti buanya jadi terlalu lembek. Aku ingin gratin buah bisa langsung di makan ketika selesai di masak, tanpa harus menunggu hangat terlebih dahulu”

“kalau begitu tambahkan saja ice cream biar bisa jadi saus yang lezat” jawabku asal.

“HOOA !! BINGO !! kenapa tak terpikirkan olehku ?? aisshh..jongmal pabo-ya~” sungmin memukul kepalanya pelan.

“kau baru sadar huh ?”

“yak !” sungmin menoyor kepalaku. Aishh..namja ini ! seenaknya saja menyentuh kepala keramatku ini. Akupun tak tinggal diam dan membalas menoyor kepalanya. hingga akhirnya kami jadi saling menoyor, sesekali aku menjambak rambut sungmin dan menyentil dahinya. Hihihi..aku paling suka melihat ekspresi sungmin saat ia mengaduh kesakitan.

“psstt..kim saem masuk !” bisik ryeowook yang duduk di belakang kami. Aku melepaskan tanganku dari kepala sungmin dengan tidak rela, begitu juga sungmin tangannya tak lagi mengacak-acak rambutku.

Kim saem berdiri di depan kelas dengan senyum andalannya. Ia membenarkan letak kacamata yang tersangkut di hidungnya lalu berdehem sedikit sebelum ia membuka suara. “hari ini kalian akan kedatangan murid baru pindahan dari paris” kalimat pertama yang di lontarkan oleh kim saem berhasil membuat kelas menjadi heboh. Bagaimana tidak ? murid baru pindahan dari paris, yang ada di pikiran mereka pasti seorang namja atau yeoja dengan rambut pirang, hidung mancung dan bola mata biru.

“harap tenang !” seru kim saem sambil mengangkat kedua tangannya memberi isyarat agar semua murid tenang. Susana kelas kembali hening, dan kim saem kembali membuka suara.

“tenang saja, dia masih orang korea. Hanya saja sejak kecil ia tinggal di paris dan baru kembali ke korea setelah lama menetap disana”

Terdengar beberapa murid yang menggumam tanda mengerti. Hilang sudah persepsi mereka yang mengira murid baru itu adalah orang asing.

“silahkan masuk donghae-ssi !”

Hening.

Itulah yang terjadi saat seorang namja berjalan memasuki kelas dengan langkahnya yang begitu yakin dan tatapan matanya yang terkesan angkuh. Beberapa murid perempuan terlihat heboh dan saling berbisik-bisik saat namja itu sudah berdiri di depan kelas. Aku mendesah pelan melihat perilaku murid perempuan yang menurutku terlalu berlebihan. Namja itu memang tampan, tapi kurasa kyuhyun masih jauh lebih tampan dari namja itu. Lihat bagaimana tatapannya itu ! benar-benar angkuh dan sombong.

“silahkan perkenalkan dirimu donghae-ssi”

Namja itu mengangguk sekilas lalu mulai memperkenalkan dirinya. “annyeong, namaku lee donghae, sekian..” ujarnya singkat padat dan jelas.

Aku menaikan alisku sebelah. Bertahun-tahun aku duduk di bangku sekolah baru kali ini aku menemukan ada orang yang memperkenalkan dirinya hanya dengan empat kata. Itu keterlaluan namanya, setidaknya ia harus mengucapkan pangabseumnida atau mohon bantuannya. Tapi namja ini ?? woahh..benar-benar unik.

“ne..kalau begitu donghae-ssi silahkan duduk di kursi yang masih kosong..”

Namja yang bernama donghae itu mengangguk sekilas lalu berjalan sambil mengedarkan pandangannya ke sekililing. Aku terus memerhatikan gerak-gerik namja itu. Tapi tatapanku padanya bukanlah tatapan memuja yang di tunjukkan oleh murid-murid wanita yang ada di kelas ini. aku menatap namja itu dengan alis yang terangkat sebelah.

Glek !

Omo..omo !! apa-apaan ini ? namja itu menatap kearahku membuat pandangan mata kami saling bertemu. Dan sialnya, aku sama sekali tak mau memalingkan tatapanku darinya saat namja itu memamerkan senyum mengejeknya padaku. Aishh..jinja, pasti ada yang salah denganku ? apakah ini karena efek dari sungmin yang menoyor kepalaku tadi ?? aku masih betah menatap namja itu hingga ia benar-benar berdiri di hadapanku. Aku sedikit mendongakkan kepalaku karena posisinya yang sedang berdiri sedangkan aku duduk. Ia menatapku intens dengan tangan yang ia lipat di depan dada.

“bolehkah aku duduk disini ?” kata namja itu sambil tersenyum angkuh.
Tchh..mau mengusirku huh ?? enak saja, tak ku biarkan namja itu mengambil singgasanaku. “mian, aku tak bisa. Silahkan cari kursi yang lain, ada beberapa kursi yang masih kosong yang bisa kau tempati” jawabku sinis.

Namja itu mendengus lalu menatapku intens. Uhh..aku tak begitu suka caranya menatapku, terkesan seperti merendahkan. “bukan kau yang ku suruh menyingkir nona, tapi dia !”

Aku sedikit terkaget saat telunjuknya menunjuk ke sampingku. “na ??” tanya sungmin ragu dan pria itu mengangguk pasti. Mwo ?? jadi dia ingin duduk di kursi sungmin ?? tchhh..coba saja kalau bisa, aku yakin sungmin pasti tidak akan ma–

“eo..kalau begitu silahkan”

Aku melongo seketika saat sungmin berdiri dari tempat duduknya dan mempersilahkan namja itu untuk duduk di kursinya. Yak ! apa-apaan ini ?? kenapa sungmin mau saja di suruh-suruh oleh namja gila ini ?
Namja itu tersenyum lebar pada sungmin dan segera menduduki kursi sugmin. Aku menatap namja itu dan sungmin bergantian. Kesan pertama saat aku melihatnya saja sudah muak, bagaimana selanjutnya ?? ahhh..ini tragedi..benar-benar tragedi yang menggenaskan -____-‘

Aku menoleh kearah sungmin yang kini duduk bersama ryeowook di belakangku. Aku mengerucutkan bibir ku saat ia tersenyum jahil kearahku. Aissh..aku yakin dia pasti sengaja melakukannya. Awas kau lee sungmin !!

Donghae POV

Omo !! lihatlah badut-badut ini. Benar-benar menggelikan ! bagaimana bisa han ahjussi memasukkanku ke sekolah ini ? aisshh..!!

Aku mengedarkan pandanganku mencari kursi kosong yang bisa ku tempati. Pandanganku berhenti tepat pada seorang yeoja yang duduk di sudut kelas yang ternyata juga sedang menatap kearahku. Tchh..yeoja itu menatapku dengan alisnya yang terangkat sebelah. Aku tersenyum miring saat melihat bagaimana penampilannya. Menurutku dia lumayan cantik dengan dahinya yang menonjol, kulitnya yang putih dan matanya yang besar itu, tapi lihatlah bagaimana penampilannya. Rambut panjangnya terlihat acak-acakkan.

Akupun melanjutkan langkahku yang sempat terhenti menuju bangkunya. Aku berdiri di hadapannya dan terus menatapnya intens. Satu yang membuatku salut pada yeoja satu ini, yaitu dia tidak pingsan saat melihat aku menatapnya begitu dalam.

“jwosonghamnida, bolehkah aku duduk disini ?”

Ku lihat yeoja itu sedikit kaget, tapi buru-buru ia kembali mengatur ekspresinya dengan tersenyum sinis. “mian, aku tak bisa. Silahkan cari kursi yang lain, ada beberapa kursi yang masih kosong yang bisa kau tempati” jawabnya.

Aku mendengus pelan lalu menatap yeoja itu dengan senyum meremehkan. “bukan kau yang ku suruh menyingkir nona, tapi dia !” aku menunjuk namja yang duduk di sebela yeoja itu. namja itu sedikit kaget saat telunjukku mengarah padanya. “na ??” tanyanya terkesan tak percaya ?

Hahh..aku paling malas harus mengulang kalimat jadi ku anggukkan saja kepalaku sebagai ganti jawaban dari iya. Dan untunglah namja itu mengerti dan tak mengambil pusing akan permintaanku yang terbilang aneh. Tentu saja aneh, padahal di belakangku tersedia kursi kosong namun aku malah meminta namja itu untuk pindah dan duduk di kursinya.

“eo..kalau begitu silahkan” ujar namja itu seraya bangkit dan mengangkut semua barang-barangnya. Ku lihat yeoja itu melongo saat teman sebangkunya bersedia begitu saja saat ku suruh menyingkir. Hahaha.. ku lihat raut kekesalan dari wajah yeoja itu saat aku mengisi kursi yang di duduki oleh temannya tadi. Yeoja ini menarik, disaat semua yeoja berebut ingin duduk di sampingku tapi ia malah terlihat tak terima saat aku menghampirinya dan bersedia duduk di sebelahnya, ku rasa ada yang salah dengan yeoja satu ini, hahahaha.

Min mi POV

Selama pelajaran berlangsung, aku tak henti-hentinya menggerutu. Bagaimana tidak ? namja menyebalkan yang duduk disampingku ini tak henti-hentinya menatapku dengan senyuman angkuh yang terpampang di wajahnya. Hahh..kalau tak mengingat suasana kelas yang ramai dan dalam proses belajar mengajar, aku pasti sudah menghajar wajah namja ini habis-habisan.

Aku mengenggam erat pulpenku saat pria itu menopang wajahnya dengan tangannya dan semakin menatapku intens. Baiklah, aku memang tak melihat langsung kearanya tapi ekor mataku ini masih bisa melihat dengan jelas bagaimana namja itu menatapku terus-terusan.

“fruits cocktail sangat cocok di hidangkan saat pesta karena rasanya yang khas dan tampilannya yang menarik”

Aku berusaha mendengarkan penjelasan kim saem. Tapi bagaimana aku bisa berkonsentrasi kalau namja di sebelahku ini tak henti-hentinya menghujamiku dengan tatapannya yang sama sekali tak bisa ku artikan.

“park min mi apa yang kau ketahui tentang fruits cocktail” aku tersentak saat kim saem menyerukan namaku dan memberi pertanyaan padaku. Ouhh..eottokhae ?? aku sama sekali tak tahu dengan jenis minuman itu. melihatnya saja belum pernah, bagaimana bisa aku menggambarkannya ?

“fruits cocktail adalah minuman yang paling mudah di buat dan ringan, biasanya di hidangkan saat pesta. Dari namanya saja sudah jelas kalau minuman ini berasal dari beberapa buah yang di campur dan di beri champagne atau anggur putih, tapi bagi anak-anak cukup hanya menambahkan soda sebagai ganti anggur”

Aku menoleh kesamping saat namja gila yang duduk di sebelahku ini berbicara panjang lebar.
Wah..sepertinya sungmin dan ryeowook akan mendapat saingan baru setelah ini.

“bagaimana dengan gelatin cheesecake ??” tanya kim saem lagi.

“hmm..gelatin cheese cake juga tak kalah enaknya dengan fruits cocktail, hanya saja fruits cocktail lebih banyak diminati dan rasanya juga ringan, cara membuatnya juga mudah ketimbang membuat gelatin cheesecake..”

“great mr. lee, fruits cocktail memang sangat mudah untuk dibuat bahkan anak-anak juga bisa membuatnya..” seru kim saem.

Aku menolehkan kepalaku ke samping dan pria itu tengah tersenyum kearahku. Haahhh..!! sepertinya aku harus segera mencari kursi lain setelah ini -_____-‘

Author POV

Bel pertanda istirahat berdering. Beberapa murid tampak girang lalu berhambur keluar kelas. Min mi bergegas menyusun bukunya dan menjejalkannya secara asal kedalam tasnya. Buru-buru ia bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri sungmin dan ryeowook yang telah menunggunya di pintu kelas. Namun saat ia hendak melangkah, seseorang menarik lengannya. Min mi sontak berhenti dan menoleh kearah pemilik tangan yang sudah berani-beraninya menahan langkahnya.

“mwo ??” tanya min mi sangar.

Donghae, namja itu tersenyum sekilas lalu dengan santainya menarik tangan min mi keluar kelas melewati sungmin dan ryeowook yang terbengong melihat aksinya. Min mi berteriak histeris sambil melemparkan tatapan memohon pada sungmin dan ryeowook, tapi percuma. Dua namja itu malah tersenyum dan mengepalkan kedua tangannya seolah memberi isyarat semangat pada min mi.

“yak ! mwohaneungoya ? (mau apa kau ?) lepaskan aku !!” min mi terus meronta saat namja itu terus menariknya entah kemana. Beruntung suasana di koridor saat itu sedang sepi, jadi ia tak kan menjadi bahan tontonan gratis oleh murid-murid nantinya.

Donghae tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat min mi tak sengaja malah menabrak punggung namja itu. “karena aku murid baru disini, kau sebagai teman sebangku ku harus mengantarku berkeliling” seru donghae santai.

Min mi melebarkan matanya tanda tak percaya dengan ucapan namja itu. ‘Mengantar berkeliling ?? dia pikir aku tour guide apa ?’ bathin min mi.

“shireo !! kau cari saja orang lain yang mau menemanimu” tolak min mi.
Donghae tersenyum sekilas lalu semakin mengeratkan genggamannya pada tangan min mi. “sayang sekali, tapi aku tak mau selain dirimu nona park” bisik donghae tepat di telinga min mi.

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

“kau sedang apa ?” kyuhyun menepuk pundak min rin pelan.

“omo ! kau mengagetkanku kyuhyun-ah” kaget min rin. Kyuhyun yang tadinya berdiri di belakang min rin terlihat tak peduli dengan protes yeoja itu dan mengambil tempat duduk tepat di sebelahnya.

“kenapa tadi kau meninggalkanku di kelas ?” tanya kyuhyun. Min rin terlihat tak peduli dengan pertanyaan namja itu dan melanjutkan kegiatannya. Ia terus mencoret-coret buku catatannya dan sesekali menggaruk kepalanya.

“yak !” pekik kyuhyun tak terima karena di acuhkan oleh min rin.

“jangan ganggu aku kyuhyun-ah, aku sedang sibuk” jawab min rin cuek tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari buku catatannya. Kyuhyun mendengus sesaat. Ia tak mengambil pusing untuk memprotes lebih lanjut tingkah yeoja itu dengan mengeluarkan psp dari sakunya. Ia pun mulai terhanyut dalam permainannya namun sesekali terdengar gerutuan kesalnya karena merasa di acuhkan oleh yeoja yang duduk di sebelahnya.

“yak ! bisakah sehari saja kau tak memainkan benda itu ?? aku muak setiap hari mendengar suara permainan dari pspmu belum lagi saat kau berteriak-teriak tak jelas”

Kyuhyun mengabaikan protes min rin dan terus melanjutkan permainannya. Kali ini giliran min rin yang di buat kesal oleh kyuhyun. Dengan sigap min rin merampas psp yang ada di tangan kyuhyun lalu menyembunyikannya di balik punggungnya.

“yak !!! aisshh..aku hampir menang tau !! kembalikan pspku !!” kyuhyun berteriak kencang meminta kembali pspnya namun tak berhasil membuat min rin mengindahkan perkataannya.

“yak ! aisshh!!” kyuhyun mengerang frustasi. Iapun tidak tinggal diam dan berusaha untuk menggapai psp yang ada di balik punggung min rin. “yak !” pekik kyuhyun lagi saat ia tak kunjung berhasil mendapatkan pspnya. Akhirnya ia menggunakan kedua tangannya untuk mengunci tubuh min rin dan berhasil !
Kyuhyun berhasil meraih pspnya. Namun posisinya saat ini berhasil membuat keduanya saling terdiam. Kyuhyun yang sedang memeluk min rin membuat jarak diantara keduanya sangat dekat. Bahkan keduanya bisa merasakan hembusan nafas mereka yang saling menyapa.

Mata bertemu mata. Itulah yang terjadi saat ini. keduanya sama-sama terdiam dan sama sekali tak berniat untuk saling menjauhkan diri.

“wah..wah..pasangan suami istri, kalian sedang apa ??”

Kyuhyun dan min rin sama-sama tersentak kaget. Min rin reflex mendorong tubuh kyuhyun kuat hingga membuat tubuhnya terjungkal ke bawah.

“akkhh..” ringis kyuhyun saat bokongnya mendarat mulus di lantai. Min rin mengatur ekspresinya sebaik mungkin agar rona merah tak bermunculan di pipinya. Ia mengabaikan kyuhyun yang terjatuh di lantai dan kembali menekuni catatannya tadi.

“yak ! park min rin !! aisshh” kyuhyun berusaha bangkit sambil mengelus-elus bokongnya.

“wah..wah..kau kasar sekali min rin-ah~”’

“eonni !! keumanhae !!” pekik min mi pada eonninya.

Min mi tergelak saat melihat ekspresi adiknya lalu ikut bergabung dengan kyuhyun dan min rin. “kalian sedang apa tadi ?” tanya min mi saat ia sudah duduk di antara kyuhyun dan min rin.

Blush !

Keduanya sama-sama terlihat salah tingkah. Bahkan min rin tak berhasil menyembunyikan rona merah di pipinya, hingga akhirnya ia memilih untuk menundukkan kepalanya dalam-dalam. Sedangkan kyuhyun ia tak jauh beda dengan min rin, hanya saja ia lebih memilih untuk kembali memainkan gamesnya sambil memunggungi min rin.

Min mi tersenyum miring melihat tingkah keduanya. Lalu ia duduk mendekati min rin dan menyenggol-nyenggol siku dongsaengnya itu.

“heii..kenapa diam saja ??” goda min mi.

“eo..eonni, tumben sendirian ?? sungmin oppa dan ryeowook oppa mana ??” seru min rin.

“aisshh..mau mengalihkan pembicaraan huh ?”

“a..aniyo” gugup min rin.

“ahh dasar ! aku baru berhasil kabur dari namja gila !!” ujar min mi cuek. Min rin menautkan alisnya. Begitu juga dengan kyuhyun, ia mempause game nya dan menatap min mi heran

“maksud eonni ?” tanya min rin bingung.

Min mi mendesah pelan. “ahh..aku malas membahasnya”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Donghae POV
“selamat datang tuan” seru beberapa pelayan saat aku memasuki rumahku.

“tuan..kenapa dengan kaki anda ??” tanya han ahjussi menghampiriku. Aku mendengus lalu berjalan melewati han ahjussi. Pertanyaan dari han ahjussi barusan benar-benar membuat moodku jadi jelek. Ini semua gara-gara yeoja gila itu ! Tepat saat aku berbisik padanya, ia menginjak kakiku sekuat tenaga dan lari meninggalkanku yang merintih kesakitan sambil memegangi kakiku.

‘aargh !” aku meringis saat aku membuka sepatu dan kaos kakiku. Astaga ! jari kakiku jadi lebam dan memerah.

“permisi tuan” aku menoleh. Han ahjussi tersenyum hangat padaku lalu menggerdikkan kepalanya pada seorang pelayan yang berdiri di belakangnya. pelayan itu mengangguk patuh dan berlari kecil menghampiriku dengan membawa baskom dan handuk kecil di tangannya.

Aku tersenyum pada han ahjussi. Beliau memang tahu apa saja yang ku butuhkan. Tentu saja ! puluhan tahun adalah waktu yang cukup baginya untuk mengenal bagaimana kepribadianku dan tahu apa saja yang ku butuhkan. Meskipun ia hanya bekerja sebagai kepala pelayan disini, tapi entah mengapa aku tak pernah menganggapnya demikian, justru ia jauh lebih baik ketimbang abeoji. Oh baiklah ! kalian boleh menganggapku durhaka atau semacamnya. Aku tak peduli ! sama halnya dengan abeoji yang tak mau dan tak pernah mau peduli denganku.
“gomawo han ahjussi”

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

Min Mi POV

“kau sedang apa ?” min rin menoleh sesaat. Ia menyodorkan bukunya padaku lalu menunjukkan beberapa coretan-coretannya yang berhasil membuat moodku jadi turun drastis.

“wae ? kau ingin meminta bantuanku ?? kalau begitu kau salah orang, jika kau ingin membuat sebuah racun kau baru bisa meminta tolong padaku” aku mengembalikan catatan itu padanya. ia mengerucutkan bibirnya lalu menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Aku lebih memilih menyalakan televisi dan mengabaikan min rin yang terlihat menggaruk kepalanya gemas.

Ting tong !

Suara bel yang berasal dari pintu menarik perhatianku. Aku mendesah pelan saat melihat min rin yang sama sekali tak berminat untuk membukan pintu. Pada akhirnya aku yang bangkit berdiri dan membukakan pintu.

“eo..kau..” ujarku datar.

“ne..memangnya noona berharap siapa ?” balas orang itu tak kalah datarnya. Aisshh..!! setan satu ini benar-benar membuat tanganku gatal untuk memukul kepalanya itu. Aku melirik kantong bawaan yang ada di tangannya. “kau bawa apa kyuhyun-ah ?” tanyaku pada orang itu.

“bisakah aku masuk sekarang ?”

“biasakan untuk tidak menjawab pertanyaan dengan pertanyaan balik kyuhyun-ah” dengusku lalu mempersilahkan ia masuk. Ia melenggang sambil menyerahkan bungkusan tadi ke tanganku. Ohh..sopan sekali anak itu.

Akupun melirik isi bungkusan yang ada di tanganku. Omo..omo !! cheese cake dan es krim strawberry !!! aku buru-buru menutup pintu dan berlari menghampiri kyuhyun yang sudah duduk di samping min rin.

“aigoo..ini untukku ??” tanyaku padanya. Ia mengangguk sekilas lalu memakan cemilan yang memang tersedia di atas meja.

“huwaahhh..saranghae kyuhyun-ah!!!” pekikku sambil berlari memeluknya. Tak ku hiraukan teeriakannya yang memintaku untuk melepas pelukannya. aku semakin mengeratkan pelukanku dan sesekali memberikannya jitakan kasih sayang (?)

Aku melepas pelukanku dan tertawa ala ibuk-ibuk. “sekarang kau mengertikan betapa ganasnya eonniku” timpal min rin yang masih asyik dengan coretannya. aku menghiraukan perkataan min rin dan berlalu menuju dapur. Oh..cheese cake tunggu eomma ya sayang >.< Min rin pov “apa kau sudah menyelesaikan tugas dari kim sonsaengnim ?” tanyaku pada kyuhyun yang sudah tenggelam dengan permainan games di pspnya. “ani..” jawabnya singkat. Aku mendengus lalu kembali menatap coretan yang ada dalam catatanku. “masih ada waktu seminggu lagi bukan untuk mengerjakannya ??” ujarnya. Aku menyipitkan mataku kearahnya. Memang tugas yang di berikan kim seonsaengnim di kumpulkan minggu depan, tapi tugas yang ia berikan cukup terbilang susah, maka dari itu aku sudah memulai untuk mengerjakannya dari sekarang. “assa !!! yak !duri..(kalian berdua) ayo kita makan !!” Min mi eonni datang dengan membawa cheese cake dan ice cream yang di bawakan oleh kyuhyun tadi. dengan sigap ia melahap cheese cake dan ice cream secara bersamaan. Dasar ! seingatku sejam yang lalu ia bilang mau diet, tapi sekarang..lihat saja bagaimana rakusnya ia melahap cheese cake dan ice cream itu. “bukannya kau bilang kau diet eonni ?” seruku sembari menutup catatanku. Min mi eonni tertawa garing. “sekali ini saja..” kilahnya. Aku mengangkat bahuku tanda pasrah. saat aku hendak mengambil potongan cheese cake yang ada di atas meja, tiba-tiba kyuhyun menepis tanganku. “yak ! wae ??” seruku tanda tak terima dengan perlakuannya. “kau tak boleh memakannya ! aku membelikannya untuk min mi noona” Aku menyipitkan mataku kearah kyuhyun. ku raih minumanku dan menghabiskannya dalam sekali teguk. Kepalaku sudah cukup di pusingkan dengan tugas dari kim seonsaengnim, aku tak ingin memperparahnya dengan berdebat dengan bocah tengik itu. Aku kembali membuka catatanku dan mulai mencoret-coret sketsa masakan disana. namun, tiba-tiba kyuhyun menarik paksa catatanku. “yak !!” pekikku tidak terima dengan perlakuannya. “ige mwo ? (apa ini ?)” serunya seraya membalik-balik catatanku. “bukan urusanmu, cepat kembalikan !” teriakku. Ahhh..namja ini ! kenapa aku bisa tahan memiliki teman seperti dia ?? pasti ada yang salah denganku saat aku mengiyakan perkataannya saat ia memintaku untuk menjadi temannya =.=’ “yak ! kalian ini !! bisakah kalian untuk tidak bertengkar sehari saja ?? aku pusing melihat kalian seperti ini terus !! haahh..aku tidak bisa membayangkan kalau kalian menjadi sepasang suami istri betulan, kehidupan rumah tangga kalian pasti akan selalu heboh” “aku tak mau menjadi istrinya !!” “aku tak mau menjadi suaminya !!” Kami saling pandang lalu membuang muka. Dasar culas !! memangnya siapa yang mau menikah dengannya ?? membuatku merinding saja. Min Mi Pov Aigoo..aigoo.. !! lihatlah tingkah dua anak ingusan ini ! “yak ! kalian ini !! bisakah kalian untuk tidak bertengkar sehari saja ?? aku pusing melihat kalian seperti ini terus !! haahh..aku tidak bisa membayangkan kalau kalian menjadi sepasang suami istri betulan, kehidupan rumah tangga kalian pasti akan selalu heboh” ucapku. “aku tak mau menjadi istrinya !!” “aku tak mau menjadi suaminya !!” Aku melongo saat kedua bocah itu berteriak lantang dengan waktu yang bersamaan. Keduanya saling pandang sejenak lalu buru-buru membuang muka. Tak lupa dengan raut kesal yang tergambar di masing-masing wajah mereka. Aku mendengus sesaat lalu bangkit dari tempat dudukku. Akupun berjalan kearah mereka dan.. “aww..!!” “aduuh !!” Keduanya sama-sama meringis saat aku membenturkan kepala mereka. Dengan sigap aku berlari menuju kamarku dan menguncinya dari dalam sebelum keduanya memukulku. “yakkk !! eonni !!” “yakkk !! noona !!” Hahahaha..rasakan itu !! *~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~* “eo..waekurae ??” tanya sungmin padaku. Aku, sungmin dan ryeowook sama-sama menghentikan langkah kami saat melihat orang-orang berlari terburu-buru kearah terrace. “eo..jogiyo..apa yang terjadi ? kenapa semua orang berlari menuju terrace ?” tanyaku yang saat itu berhasil menghentikan langkah seseorang. “eo..lee donghae..dia mengadakan semacam pesta penyambutannya disana..” ujar siswa itu lalu berlalu pergi meninggalkanku dengan kening berkerut. Pesta penyambutan ?? aihhh..dasar namja autis ! dia pikir dia siapa pakai acara pesta penyambutan segala ?? “kajja !” sungmin dan ryeowook menarik kedua lenganku. “yak ! lepaskan aku !!!” pekikku tak terima. “eo..kau ada disini juga ?” aku menepuk bahu min rin yang sedang berdiri di depanku. Min rin menoleh ke belakang lalu tersenyum pada sungmin dan ryeowook yang memang berada di sampingku seperti layaknya bodyguard. “noona..” sapa kyuhyun yang berdiri di samping min rin. aku tersenyum sumringah lalu ber-high five dengan kyuhyun. “noona..kemarin aku baru membeli kaset game terbaru, kau harus mencobanya !” . aku mengangguk antusias lalu mengacak rambut kyuhyun gemas. “wooww….min mi-ya~ brother in law huh ??” kekeh sungmin. Ku lihat min rin mendelik dan menatap sungmin dengan tatapan tajamnya, begitu juga dengan kyuhyun. hahaha..!! aku, sungmin dan ryeowook memang paling suka menggoda kedua bocah ini ! “heeii..nona sadis ! kau datang ?” aku menoleh ke belakang saat seseorang menepuk pundakku. “eo..neo..” ujarku malas. Pria yang ku ketahui bernama lee donghae itu tersenyum padaku. Ia mengalihkan perhatiannya dariku pada min rin dan yang lainnnya. Ia pun berjalan mendekati min rin dan dengan gerakan cepat mengecup punggung tangannya. Dapat ku lihat ekspresi keterkagetan dari min rin, sungmin dan ryeowook terutama kyuhyun, begitu juga dengan pekikan para yeoja yang ada di ruangan ini. well..kami pasti jadi tontonan gratis sekarang =.=’ “gomawo..karena telah datang pada pesta penyambutanku..” ku dengar ia berucap sambil tersenyum segaris. Bagaimana dengan min rin ? ohh..lihatlah ekspresinya saat ini ! mulut menganga dengam mata yang tak kunjung berkedip. Jangan bilang kalau bocah itu terpesona dengan bocah itu ! ohh..sama-sama bocah =.=’ “ehhmm..jogiyo (permisi)” Aku tertawa dalam hati saat melihat kyuhyun melintas dan memisahkan min rin dengan namja itu. akupun menghampiri kyuhyun dan tersenyum jail padanya. “bureopji eoh ? (cemburu huh ?)” ledekku pada kyuhyun. “shikeureuh (berisik)” tandas kyuhyun. Ku lihat namja gila itu tersenyum miring lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. “karena kalian semua sudah berkumpul, mari kita mulai acaranya..” ujar pria itu dengan nada angkuhnya. Dia berjalan menuju meja panjang yang di atasnya suda di penuhi bermacam alat masak dan berbagai bahan-bahan masakan. Aku tersenyum miring sambil melipat kedua tanganku di depan dada. Mari kita lihat kemampuan namja autis itu ! aku yakin ryeowook dan sungmin pasti jauh lebih baik dari dia. Kress..kress !! Namja itu mulai beraksi dan berhasil membuat semua orang yang ada di ruangan ini terpana, tak terkecuali aku. “daebak !! tangannya lincah sekali..tidak sedetikpun tersia-siakan..” seru ryeowook yang berdiri di belakangku. Ryeowook benar ! namja itu gesit sekali dan gerakannya juga lincah. Bahkan aku belum pernah melihat seseorang memasak selincah itu. Selang beberapa menit setelah namja itu selesai dengan aksinya. kami semua duduk di meja masing-masing yang sudah disiapkan. “silahkan, fruits cocktail sebelum makan..” seorang pelayan muncul lalu menyuguhkanku segelas fruits cocktail. Oo..jadi ini yang namanya fruits cocktail, cukup menarik..tapi rasanya belum tentu sebagus penampilannya bukan ? Aku meminum fruits cocktail sekali teguk. Omo !! minuman ini enak sekaliii !!! >.<

“hmm..mashita..minuman ini..pasti memakai buah-buahan yang segar dan berkualitas” seru min rin. ku lihat sungmin dan ryeowook yang mengangguk setuju lalu kembali meminum minuman tersebut. okee..aku tak mau menjadi orang yang munafik, ku akui minuma ini enak.

“hmm..silahkan cicipi ini” tiba-tiba namja gila itu datang dan menyajikan kue di hadapan kami semua, begitu juga dengan murid yang lainnya, masing-masing meja kini sudah tersedia cake yang penampilannya berhasil membuat beberapa orang berdecak kagum.

“wuahh..sense dekorasinya bagus juga..” komentar ryeowook.

“aigoo~ paling cuma penampilannya saja yang bagus” ujarku meremehkan. Ku lihat namja gila itu tersenyum miring lalu melipat kedua tangannya. “juseyo..(silahkan)” ujarnya saat pandangan kami bertemu.

Aisshh..apa maksud dari senyumanya itu ?

Akupun mulai menyuapkan cake tersebut kedalam mulutku. Dan..

“omo ! neomu mashita ! harum lavender ..creamnya beraroma lavender yang dibungkus dengan mousse rasa lemon, perbedaan rasa bahannya dasarnya saling mendukung, rasanyapun ternetralisasi dengan baik..” komentar min rin panjang lebar diikuti anggukan setuju oleh sungmin dan ryeowook kecuali kyuhyun yang tetap dengan ekspresi datarnya.

“wahh..ternyata indera perasamu lumayan juga nona manis..” ujar namja gila itu yang berhasil membuat min rin tersipu.

Semua yang ada di ruangan ini terlihat mencicipi makanan yang telah disajikan oleh para pelayan yang entah sejak kapan berada di ruangan ini. Sebenarnya siapa namja ini ? kenapa dia sampai bisa mengadakan pesta semacam ini ? belum lagi dengan bahan masakan dan para pelayan yang memakai kostum patissier.
“yak ! kenapa kau tambahkan garam”

Aku menoleh ke sumber suara. Ku lihat namja itu menghampiri seorang yeoja yang sedang menambahkan garam pada sup yang ada di depannya. “karena aku suka asin” jawab yeoja itu dengan eye smilenya.

Brak !

Yeoja itu tersentak kaget saat donghae menggebrak meja dengan keras. Mendadak semua yang ada di ruangan menjadi hening dan memusatkan perhatian mereka pada keduanya.

“rasanya sudah dibuat sempurna, kenapa kau seenaknya merubah rasa yang telah kubuat, huh ??!!”
Namja itu berteriak keras sehingga membuat yeoja itu sedikit bergetar ketakutan. “kau tak pantas memakan masakanku, ga ! (keluar !)” teriak namja itu lagi. “jwosonghamnida” ujar yeoja itu takut-takut. “kau tidak dengar ?? cepat keluar !”

“yaakk !!! neo !!” teriakku seraya menghampiri namja gila itu. “kenapa kau berkata seperti itu ??! kau pikir kau siapa huh ? kau pikir kau hebat ?!!”

Namja itu terdiam. Ku lihat yeoja itu menangis sambil sesugukkan. Akupun memberi kode pada min rin untuk mendampingi yeoja tersebut. kali ini tatapanku beralih pada namja gila yang ada di hadapanku.

“keureom..kau meragukan kemampuanku ??” seru namja itu. Aku memutar bola mataku jengah lalu melipat kedua tanganku di depan dada. Sebenarnya kemampuan namja itu bisa dibilang sangat bagus hanya saja aku tak mungkin mengakuinya kalau sifatnya saja menyebalkan seperti itu.

“keundae..bagaimana kalau kita bertanding saja, kalau kau menang kau boleh meminta apa saja dariku tapi kalau aku yang menang kau harus menuruti apa yang aku katakan”

Aku terdiam sejenak. Yang benar saja ! bertanding dengannya ?? haahh..andai dia tahu bagaimana kemampuan memasakku. Tapi sebaiknya ia tak boleh tahu, ia pasti akan menertawakanku habis-habisan jika ia tahu kalau aku sama sekali tidak bisa memasak.

“eottae ?? kau takut kalah denganku huh?”
Drama-Terbaru-Donghae-SuJu
“keurae ! ayo kita bertanding !!”

Tbc.

Advertisements

One thought on “PATISSIER {RECIPE II}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s