{DRABBLE} LIBRARY

tumblr_luvi2pAwL31qzb8qzo1_500

A storyline by harmonikyu

Sebuah helaan nafas kecewa lolos begitu saja dari mulutku saat bunyi bel yang berdentang mengacaukan kegiatanku. Ku fokuskan kembali pandanganku pada objek yang menjadi kegiatanku tadi. Seulas senyum terkembang begitu saja di bibirku saat seseorang yang menjadi objek pandanganku bangkit dari tempat persembunyiannya. Ia merapikan seragamnya yang sedikit kusut karena terlalu lama meringkuk di sudut perpustakaan yang selalu menjadi tempat favoritnya untuk menyendiri. Menghabiskan jam istirahat dengan bermain games di perpustakaan.

Aku segera bersembunyi di balik rak buku saat ia berjalan kearahku. Ku pejamkan mataku saat ia melewatiku, menikmati langkah kakinya yang terdengar begitu khas mengalun di telingaku. Langkah kaki yang menyeret tumit perlahan membelai lantai.

Cho kyuhyun, pria itulah yang akhir-akhir ini berhasil menyita perhatianku.

Semuanya berawal saat ia di tunjuk sebagai perwakilan murid baru untuk berpidato di depan podium. Tak hanya aku saja yang terpesona waktu itu. Ada begitu banyak gadis yang menahan nafas saat melihat sosoknya yang berdiri angkuh di atas podium. Bahkan para seniorpun ikut terpesona dengan sosoknya yang tengah berpidato di depan. Dengan pembawaan yang tenang namun tegas, ia berhasil menyelesaikan pidatonya dengan lancar.

Dan tepat saat ia turun dari podium, saat itulah aku merasa oksigen di sekelilingku menipis. Pria yang kuketahui bernama Cho Kyuhyun itu melirik ke arahku, membuat pandangan kami saling bertemu. Buru-buru ku palingkan wajahku darinya, berusaha untuk menyembunyikan rona merah yang pastinya sudah menghiasi wajahku saat ini.

***

Hari demi hari, tak terasa ini sudah memasuki bulan pertama dimana aku menjadi pengagum rahasianya. Mengintai dirinya dari tempat yang tak kan terlihat olehnya. Bukankah aku terlihat seperti seorang stalker ??

Hari ini, seperti biasa aku melangkah ringan menuju perpustakaan. Bibirku tak henti-hentinya melengkung saat membayangkan dirinya yang sedang bermain games di sudut perpustakaan. Mengamati ia bermain games adalah kegiatan favoritku. Karena hanya saat bermain game lah, ia bisa mengeluarkan berbagai macam ekspresi.

Aku mengambil asal buku yang tersusun rapi di rak buku, mengambil posisi dimana aku biasa mengintainya.
Aku melongokkan kepalaku, namun tak ku temui sosoknya yang biasanya meringkuk di sudut ruangan tersebut. Aku mendesah kecewa, ku edarkan pandanganku ke sekeliling berusaha untuk menemukan dirinya.

“jogiyo~”

Aku terkesiap kaget saat merasakan sentuhan ringan di pundakku. Saat aku membalikkan badanku saat itu juga aku merasa ada seseorang yang memukul dadaku. Nafasku tiba-tiba menjadi sesak dengan jantung yang berdetak tak karuan. Pria itu..pria yang selama ini hanya bisa ku lihat dari jarak jauh, kini ia tengah berdiri di hadapanku. Setengah meter di depanku.

Aku menggenggam erat buku yang berada di tanganku. Berusaha menyembunyikan betapa gugupnya aku saat ini.

“jogi~ apa kau ingin meminjam buku itu ??” pria itu kembali berseru sambil menunjuk kearah buku yang ada di pelukanku.

“ne ?”

Aku melirik kearah buku yang ada di tanganku. “olimpiade matematika” itulah yang tertulis di sampul buku tersebut.

“a..aniyo..juseyo..” tanganku bergetar saat aku menyerahkan buku tersebut padanya. Ia tersenyum tipis lalu menerima buku tersebut.

“keundae..neo gwenchana ?? wajahmu memerah, apa kau demam ??”

“a..aniyo !!! nan gwenchana, jongmal”

Pria itu menyipitkan matanya, terlihat seperti sedang menilai sesuatu dari wajahku. Hal itu tentu membuat rasa gugupku menjadi bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Dengan senyum kaku, akupun membungkukkan badanku lalu buru-buru pergi dari hadapannya.

***

Aku menghel nafas lega saat aku berhasil mencari tempat yang bisa ku duduki. Hari ini entah kenapa perpustakaan jadi ramai dan sesak seperti ini. Sebelumnya aku sudah menyempatkan diriku untuk mengintai Cho Kyuhyun seperti yang biasa aku lakukan. Tapi, aku tak menemukannya meringkuk disana. Akhirnya, akupun memutuskan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh jang seonsaengnim tadi. Setidaknya dengan ini, bisa mengisi waktu istirahatku yang biasa aku gunakan untuk mengintai si dia.

Aku mulai membuka satu persatu buku yang bisa aku jadikan referensi untuk tugasku. Disaat aku mulai tenggelam dengan kegiatanku tiba-tiba saja indera pendengarku menangkap suara ketukan langkah kaki yang begitu familiar di telingaku. Perlahan ku tolehkan kepalaku ke belakang, dimana suara itu berasal.
Mata ku membola saat mendapati ia sedang berdiri tepat di belakangku. Buru-buru ku putar kepalaku dan menyembunyikannya dalam lembaran buku yang ada di hadapanku.

Aisshh..jinja !!! selalu saja seperti ini. Untuk kesekian kalinya aku membenci kinerja jantungku yang mulai berdetak secara abnormal.

“aisshh..kenapa tak ada kursi yang kosong ??”

Terdengar gerutuan pelan yang meluncur dari mulutnya. Membuatku mau tak mau kembali menoleh kearahnya. Ya ampun ! kenapa ia terlihat semakin tampan kalau di liat dari bawah ?? rahangnya yang tegas, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang penuh.

Aigoo~ ini bukan saatnya kau terpesona, pabo !! bukankah ini kesempatanmu untuk melakukan hal yang bisa membuat ia senang ?

Perlahan aku berdiri dari tempat dudukku dan mengemasi barang-barangku. Aku berdehem singkat dan sebisa mungkin mengatur ekspresiku senormal mungkin saat aku membalikkan badanku. Ia yang tadinya sibuk mengedarkan pandangan ke sekeliling kini menatap lurus kearahku, membuatku lagi-lagi harus berusaha agar jantung ini tak melompat keluar.

“jogi…kau bisa duduk disini..jika kau mau”

Aku melangkah buru-buru. Namun saat langkah ketiga, tiba-tiba aku mendengar namaku di panggil olehnya.

“Park Minrin-ssi”

Aku membeku di tempat saat mendengar suara merdunya menyerukan namaku. Jamkanman ! darimana ia tahu namaku ??!!

“ye..ye ??” tanyaku setelah membalikkan badanku dan menatapnya gugup. Ia tersenyum singkat lalu menunjuk kursi kosong yang berada tepat di sebelah kursi yang aku duduki tadi dengan kepalanya.
Mengerti akan maksudnya, akupun melangkah ragu kearahnya. Setelah mendudukkan diriku tepat di sebelahnya, akupun kembali menekuni buku-buku yang ku bawa tadi. Setidaknya dengan begitu, hal tersebut bisa ku jadikan alasan kesibukkanku.

“gomawo..”

Aku menoleh kesamping. Dan demi apapun yang hidup di bikini bottom, Cho Kyuhyun pria itu tersenyum lebar kearahku >.< “y..ye..” sahutku sedikit gugup. “eo..jogi~ kenapa kau bisa tau namaku ?” tanyaku teringat saat ia memanggilku tadi. “kau sedang tak memakai seragam orang lain, bukan ?” Aku terkesiap lalu menatap papan nama yang ada di seragamku. Benar juga apa yang dikatakannya. Aisshh..kenapa kau bisa sebodoh itu Park Minrin !! memangnya kau berharap dia mengatakan apa hah? Kyuhyun, pria itu terkekeh geli saat menyadari ekspresi bodohku yang sedang sibuk merutuki diriku sendiri. Aku hanya bisa tersenyum canggung lalu kembali memfokuskan pandanganku pada buku yang ada di hadapanku. Beberapa menit berlalu. Saat ku lirikkan mataku ke samping, ku lihat kyuhyun sedang sibuk mencoret-coret selembar kertas yang ada di hadapannya. Disaat aku masih mengagumi arsitektur wajahnya yang terpahat sempurna, tiba-tiba saja ia menolehkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan yang aku sendiri tak bisa ku artikan. Buru-buru ku palingkan wajahku darinya. Rona merah pasti sudah menghiasi wajahku saat ini. ahh..betapa bodohnya dirimu, Park Minrin. “min rin-ssi” “y..ye ??”aku menyahut cepat saat ia memanggil namaku. Ahh.. kenapa namaku terdengar jadi lebih indah saat keluar dari bibirnya ?? “bisakah kau menyelesaikan soal ini ?” ia menyodorkan selembar kertas padaku. Aku meraih kertas tersebut dengan tangan sedikit gemetar. Saat kertas tersebut telah berada di tanganku, ku pandangi beberapa coretan angka yang tertera disana. Aku sempat menoleh kearah kyuhyun. Namun ia hanya tersenyum dan menyuruhku untuk menyelesaikan soal matematika yang tertera disana. 9x-8i > 3(3x-8u)

Err..sebenarnya aku sedikit payah dalam mata pelajaran yang satu ini. Tapi ku rasa soal ini tidaklah terlalu sulit.

Akupun mulai tenggelam dalam hitung-hitungan angka yang sedang ku kerjakan. Tidak butuh waktu lama untuk mengerjakannya. Setelah aku mengalikan sana-sini dan membaginya, akupun berhasil menemukan hasil akhirnya.

“jogi-yo~”

Aku menyerahkan kertas tersebut kearahnya. Menunjukkan bahwa pekerjaanku telah selesai. tetapi, bukannya menerima uluran kertas dariku ia malah tersenyum lalu terkekeh geli saat melihat ekspresi kebingungan dari wajahku.

“geurae..ku rasa angka-angka tersebut bisa mewakili bagaimana perasaanku terhadapmu min rin-ssi”

Alisku menukik dan dahiku sedikit berkerut. Apa maksudnya ?? akupun kemali memerhatikan hasil kerjaku tadi.

9x-8i > 3(3x-8u)
9x-8i > 9x-24u
-8i > -24u
8i < 24u
i < 3u

Aku mengerjap pelan. Mengucek mataku dan kembali memfokuskan pandanganku pada kertas tersebut. Perlahan ku tolehkan kepalaku ke samping, menatap tak percaya pada objek yang duduk di sampingku.
“saranghae Park Minrin”

FIN.

Advertisements

9 thoughts on “{DRABBLE} LIBRARY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s