Nightmare chapter. 1

display

 

A storyline by harmonikyu~

COMENTS LIKE OXYGEN ~

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

 

Bab I
“Min Rin-ah.” Min Rin menoleh saat mendengar namanya di panggil. Ia tersenyum singkat saat melihat sahabatnya tengah melambai kearahnya.
Hyomin menyajarkan langkahnya disamping Min Rin. Dan merekapun berjalan beriringan. “ya ! Min Rin-ah, kau tau..lee min joon kemarin ditemukan tewas bersimbah darah di lapangan basket.” Min Rin menoleh kaget dan menatap tidak percaya sahabatnya.
“ddo ?? (lagi ??) ahh..” Min Rin mendesah. Lee min joon bukanlah murid pertama yang ditemukan tewas di sekolah. Sebelumnya, ada park ji hoo yang ditemukan tewas gantung diri di gudang sekolah. Dan ada lee jaekyung yang di temui dalam keadaan mulut berbusa di laboratorium.
Awalnya pihak sekolah menyangkal bahwa kematian tiga muridnya adalah kasus pembunuhan berantai. Mereka mengira ketiga murid itu hanyalah murid frustasi yang mengakhiri hidupnya dengan cara demikian.
Tapi, hal itu mustahil jika di kaitkan dengan indikasi bunuh diri. Setiap murid yang tewas pasti menyisakan tanda silang di nadi mereka. Dan waktu kematian mereka pun hanya berbeda satu hari.

Pihak sekolah terkesan menyembunyikan hal tersebut pada dunia luar. Di yakini alasan kenapa mereka melakukan tindakan tersebut untuk menjaga nama baik sekolah mereka. Bahkan mereka menolak untuk meliburkan para muridnya atas insiden mengerikan ini.

“ehmm..dan di nadinya terdapat bekas sayatan berbentuk huruf x” jelas hyomin.

Min Rin menggerdikkan bahunya. Membayangkannya saja sudah membuatnya ingin muntah. Min Rin memang memiliki phobia dengan darah. Jadi tak heran ia bersikap seperti itu.
“pagi nona-nona manis !”

“yak ! mwohaneungoya ?” Hyomin melayangkan protesnya sedangkan Min Rin mengelus-elus dadanya karena di kagetkan oleh seorang pria yang tiba-tiba saja merangkul pundaknya dan pundak hyomin.

“yak ! Lee Hyuk Jae, kau ingin aku kena serangan jantung, eoh ?” Min Rin mendesis sambil menatap tajam kearah pria yang di ketahui bernama Lee Hyuk Jae tersebut.

Lee Hyuk Jae, pria itu hanya terkikik. “mian..” ujarnya polos. Min Rin menepis tangan pria itu dan tersenyuk kecut. “dasar monyet gunung” gerutu Hyomin yang juga ikut menepis tangan Hyuk Jae dari lengannya.

Mereka bertiga kembali melanjutkan langkahnya hingga memasuki gerbang sekolah mereka. St. Merry, tampak sedikit menyeramkan karena suasana langit yang memang mendung saat itu. di tambah lagi dengan kenyataan bahwa sudah ada tiga murid yang tewas di tempat itu.

Ketiga sahabat itu menghentikan langkahnya sejenak. Mereka bergidik saat melihat bangunan yang berdiri angkuh di hadapan mereka. Entah kenapa tiba-tiba mereka merasakan aura yang tidak enak menguar dari gedung tersebut.

“ya..ya..ya !! sampai kapan kalian akan berdiri disana ,eoh ? kalian tidak dengar bel sudah berbunyi ??”

Ketiganya sontak menoleh pada satpam yang sedang berjaga di gerbang. Mereka menunduk sopan lalu kembali melanjutkan langkah mereka menuju kelas.

“perasaanku saja, atau memang bel sekolah jadi terdengar mengerikan dari sebelumnya..”

“yak ! jangan menakuti kami” protes Hyomin sambil memukul bahu Hyuk jae.

“siapa yang menakuti kalian ? aku ini serius ! hiiii…!!”

“yak ! tunggu aku”

Di sisi lain, seorang pria tersenyum misterius di balik pohon menatap ketiga sahabat yang sedang berlarian tersebut.

***

“Min Rin-ah..” Min Rin menoleh saat hyomin menyenggol lengannya. “Cho Kyuhyun, ia memandangimu” bisik Hyomin pelan. Min Rin mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedang ia pegang dan mengikuti arah tunjuk Hyomin. Dan benar saja, namja yang terkenal sebagai pria paling misterius di sekolah tersebut tengah memandang lurus kearah Min Rin.

Bahkan, disaat Min Rin juga menoleh kearah namja itu pria itu sama sekali tak berniat untuk memalingkan perhatiannya sedikitpun dari Min Rin. Hal itu sontak membuat Min Rin gugup dan buru-buru mengalihkan perhatiannya dari pria tersebut.

“kenapa dia memandangiku seperti itu ?” Hyomin menggeleng saat di tanyai oleh Min Rin.

“yo !” Hyomin dan Min rin menoleh kearah Hyukjae yang sudah berada di samping mereka. Semangkuk jajangmyeun sudah berada di tangan pria yang memiliki gummy smile tersebut.

“yak ! tumben sekali kau makan jajangmyeun ?” Hyuk Jae melirik kearah Hyomin. Sebuah dengusan lolos begitu saja dari mulutnya. “hanya ini makanan yang paling murah di kantin ini” jawab Hyuk Jae lalu mulai melahap jajangmyeun-nya.
Mendengar hal itu, Hyomin dan Min Rin-pun terkekeh geli. Memang benar apa yang di katakan oleh Hyuk Jae. Di kantin ini makanan yang paling murah hanyalah jajangmyeun, itupun harganya masih terbilang mahal jika di bandingkan dengan harga jual di kedai-kedai pinggiran jalan. Memang itulah resiko bersekolah di sekolah elit yang siswanya berasal dari kalangan atas.

Tapi tidak semuanya berasal dari kalangan atas. Min rin dan Hyuk Jae contohnya, mereka berdua adalah dua murid yang beruntung karena mendapat beasiswa di sekolah tersebut. Min Rin yang terbilang cukup pintar dalam hal pelajaran dan Hyuk Jae yang memiliki bakat yang cukup cemerlang. Karena hal itulah keduanya bisa bersekolah di sekolah yang hanya bisa di masuki oleh siswa yang memilihi kelebihan dalam hal materi.

Saat ketiganya tengah asyik berbincang, tanpa sengaja Min Rin menoleh kearah Kyuhyun yang ternyata masih memandangi dirinya. Min Rin terkesiap dan buru-buru mengalihkan perhatiannya pada pria pucat tersebut.

“Hyomin-ah..dia masih memandangiku” bisik Min Rin pelan.

Hyuk Jae yang ikut mendengarnya hanya bisa mengerutkan dahi. “dia..siapa ?” tanya Hyuk Jae bingung. “Cho Kyuhyun..” jawab Hyomin sepelan mungkin. Hyuk Jae menelusuri tiap sudut kantin dan pandangannya berhenti pada sosok pria yang tengah duduk sendirian di sudut kantin tersebut.

“wah..wah..kau punya penggemar min rin-ah. Lihat saja, ia memandangi terus-terusan, tatapannya seperti tatapan memuja.” Hyuk Jae terkekeh geli lalu kembali menyuap jajangmyeun ke mulutnya.

“kau gila ! itu tatapan membunuh bukan tatapan memuja !” Min Tin menatap geram kearah Hyuk Jae yang duduk di sebelahnya. “geurae ?” kekeh Hyuk Jae. Dia pun mengangkat lengannya dan melingkarkannya pada pundak Min Rin, lalu menarik Min Rin agar lebih mendekat kearahnya.

“kita lihat bagaimana ekspresi pria itu saat ini” bisik Hyuk Jae tepat di telinga Min Rin.

Perlahan, Min Rin menolehkan kepalanya ke tempat dimana Kyuhyun berada. Min Rin mendengus kecil, lalu dengan cepat di tepisnya tangan Hyuk Jae yang masih melingkar dibahunya.

“aku bilang juga apa, dia bahkan sama sekali tak melihat kearahku” dengus Min Rin kesal. Hyuk Jae mengangkat bahunya tanda tak peduli sedangkan Hyomin hanya bisa terkekeh ringan melihat tingkah kedua sahabatnya.

 

 

***

Seorang gadis mengangkat pergelangan tangannya dan melirik jam yang melingkar dengan indah disana. Ia bergumam pelan lalu merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebuah i-phone dari sakunya tersebut.

“kenapa lama sekali ?” ujarnya ketika telponnya tersambung dengan seseorang yang ada di seberang sana.

“hmm..bisakah kau cepat sedikit ? aku satu-satunya murid yang masih berkeliaran disini, kau tahu ?” gadis itu menatap ke sekeliling lorong yang sudah mulai gelap dan sangat sepi. Gadis itu bergidik saat melihat keadaan di sekelilingnya. Begitu sepi dan mencekam.

Gadis itu memutus sambungan teleponnya lalu mulai berjalan menyusuri lorong yang letaknya di lantai satu tersebut.

Srek !

Gadis itu sontak menoleh saat ia mendengar suara aneh yang tertangkap di gendang telinganya. Ia menoleh ke belakang namun ia tidak mendapati apapun disana. Gadis itu meraba tengkuknya yang entah kenapa tiba-tiba saja menjadi meremang. Ia jadi teringat dengan berita-berita tentang kematian tiga murid yang diduga sebagai korban pembunuhan. Mengingat hal itu si gadis kembali bergidik.

Ia melangkahkan kakinya secepat mungkin agar ia bisa segera keluar dari gedung tersebut. Namun, disaat ia hampir berhasil mencapai pintu keluar gedung sekolah , tiba-tiba ia mendengar bunyi gemerisik yang sempat mengganggu dirinya tadi. Bahkan suara tersebut terdengar lebih jelas daripada sebelumnya.

Gadis itu menoleh takut kearah sumber suara yang seperti berasal dari arah belakang. Namun, tetap saja ia tidak menemukan apapun disana. Disaat gadis itu membalikkan badannya, pada saat itu juga bola mata gadis itu melebar. Seorang pria yang mengenakan topeng mengerikan berdiri dalam jarak yang sangat dekat dengannya.
“AAAAAAAAAAAAAKKKKHHHHHH !!!!!!!”

***

“Min Rin-ah, bolehkah aku meminjam pr fisika mu ??”

Min Rin menoleh saat Hyuk Jae dengan gummy smile andalannya berdiri disampinggnya. Min Rin mendengus. Lalu dengan tersenyum kecut menggeledah isi tas punggungnya lalu menyerahkan sebuah buku yang tersampul rapi pada Hyuk Jae.

Hyuk Jae menyambut buku tersebut dengan suka cita lalu berlari menuju lokernya. Hyomin yang baru saja selesai menaruh barang miliknya di loker menghampiri min rin sambil menatap aneh Hyuk Jae.

“kenapa kau meminjamkan pr mu padanya ??” tanya hyomin tidak senang.

“kali ini saja, lagipula kemarin ia sudah membantuku mengantarkan susu” jawab Min Rin sambil membuka loker miliknya. Tepat saat min rin membuka lokernya tersebut, tiba-tiba sesuatu yang berat dan basah menimpa dirinya. Min Rin terkejut bukan main, begitu juga dengan Hyomin yang berdiri di dekatnya. Seakan waktu berhenti berputar, Min Rin berusaha mencerna apa yang sedang menimpa dirinya. Min Rin tersadar saat mendengar suara teriakan salah seorang siswa. Hyomin yang masih shock dan terpaku ditempatnya ikut tersadar dan buru-buru menyingkirkan mayat yang masih bertengger di tubuh Min Rin. Ya..mayat..

Mayat tersebut jatuh ke lantai. Keadaan mayat tersebut sangat mengerikan. Tubuhnya berlumuran darah ,wajah mayat tersebut juga di penuhi dengan luka sayatan , bahkan bola matanya hampir keluar.
Min rin masih terdiam di tempatnya. Meskipun ruangan tersebut sudah penuh sesak oleh murid-murid yang mengelilingi mayat tersebut dan berteriak histeris, tapi ia sama sekali tak mendengar apapun. Dunia serasa berhenti berputar saat itu juga.

Perlahan ia mengangkat tangannya yang sempat menopang tubuh gadis malang yang sudah menjadi mayat tersebut. Perasaannya mulai kalut saat ia melihat kedua telapak tangannya yang sudah berlumuran darah.

“Min Rin-ah.” Hyomin mengguncang tubuh Min Rin saat melihat gadis itu hanya diam.

“Min Rin-ah” Hyuk Jae yang baru saja datang menghampiri Min Rin ikut mengguncang tubuh mungil gadis tersebut.

Pusing.
Tiba-tiba Min Rin merasa kepalanya berputar saat bau anyir darah mulai merasuki indera penciumannya. “Min Rin-ah..” Hyuk Jae berseru khawatir saat melihat Min Rin mengernyitkan matanya dan memegangi kepalanya.

Min Rin merasakan pening luar biasa. Kepalanya serasa di hantam benda keras. Rasa nyeri tak tertahankan menyerang kepalanya. “Min Rin-ah” kali ini giliran Hyomin yang memanggil dirinya panik. Min Rin mengerang mencoba menghalau rasa sakit yang begitu menyiksa kepalanya hingga semuanya berubah menjadi gelap.

TBC.

note ::
sorry for any typos, malas ngedit soalnya :p

Advertisements

15 thoughts on “Nightmare chapter. 1

  1. Eh ada hyomin ^^
    siapa sih namja misterius itu? Trus apa alasannya membunuh siswa2 di sekolah itu?
    Atau jgan2 kyu lg yg bunuh, dia kn misterius. Tapi msa sih namja nan tampan rupawan seperti kyu jdi pembunuh. Mudah2an bukan ya. Kyu kn anaknya baik hati, rajin menabung & tidak sombong, walaupun sngat evil sih . . .
    Hehehehe

    • hahaha..iya, soalnya udah lama banget pengen masukin member t-ara kedalam ceritaku ^^
      siapa ya ?? kasih tau gak ya ?? kkkkkkk~
      tunggu di next chapter aja ya eon 🙂

      btw, eonni orang pertama lo yang ninggalin jejak disini~
      gomawo eon, udah mampir,sering-sering main kesini ya eon^^

  2. Whoooaa, merinding bacanya.
    Bnr2 menegangkan. Pembunuhan berantai, bnr2 misterius. Apa jgn2 pelakunya si evil?? Ahhh, penasaran… ><
    Keren bin daebak thor ^^b
    Next part ditunggu…

  3. whoaaaa… ini baguuss..
    aku suka banget baca yg beginian ._.a
    hahhaa

    iya sih typo bertebaran.. hahahha.. but lebih baik dari FFku..
    hahhaha xD

    lanjutannya di tunggu yah tya 😛

  4. iya sih eon masih ada typo :3
    tapi setidaknya untuk nama udah ada yang di awali dengan kapital XD yey XD
    masa kyu pembunuhnya? -3-
    eon saran nih 1 😀
    di awal cerita eon nulis eunhyuk oppa dengan nama hyuk jae. trus pas dia bawa jjangmyeon eon nulis nama dia eunhyuk. setelah itu hyuk jae lagi :3
    mending make 1 nama aja eon hehe just saran eon :DDv
    mianhae kalo kesinggung ._.

    • ah ?? iya ya ?? hahaha, soalnya eonni maunya bikin nama hyuk jae di cereita ini tapi karena udah kebiasa denger eunhyuk makanya suka ngaco gitu :p
      gak kok , justru eonni senang karena kamu udah ngasih tau dimana letak kesalahan eonni, dan itu berarti kamu emang bener-bener serius bacanya ^^
      untung aka kamu ingatin saengie~
      tapi udah eonni edit kok, gomawo ya ^^

  5. hm, kira2 yg selama ini nge-bunuh para murid2 itu siapa yaa?? masa sih kyuu…

    keren thor ffnyaa
    sukaaaa 🙂

    annyeong readers baru..

    nextnya belum ada ya thor??

    • annyeong ^^ sering-sering main kesini yah :p
      next chapter belum ada soalnya lagi terkena writers block nih
      lagi malas-malasnya nulis >.<
      tapi ntar diusahain cepet deh, itu kalo masih ada yang mam baca sih ._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s