{prolog} Nightmare

display

A story line by yuki kiedongyunmin

*~*~*~*~*~*~*~*

“hah..hah” seorang pria berlari terengah-engah. Wajahnya tampak pucat dan tegang. Sesekali ia melirik kearah belakang. Ketika ia tak mendapati siapapun di belakangnya, iapun menghentikan langkahnya. Lengannya bergerak untuk menyeka keringat yang sudah membasahi wajahnya.

“sraak”

Bunyi gemerisik terdengar memenuhi partikel udara di lorong tersebut. Sang pria sontak menegakkan tubuhnya dan terbelalak saat melihat seorang pria lain berpenampilan serba tertutup tengah memainkan sebuah rantai di tangannya.
Jantungnya sontak berdebar sangat kencang, seakan-akan ada seseorang yang tengah menyalakan house music tepat di telinganya.

“apa yang kau inginkan ?” pria berseragam itu bertanya dengan nada penuh ketakutan.

Ia melangkah mundur saat melihat pria berpenampilan misterius tersebut berjalan mendekatinya.
“yang ku inginkan hanyalah satu, yaitu melihat kau berubah menjadi mayat” suara berat yang keluar dari mulut sang pria misterius itu terdengar begitu mengerikan di tambah lagi dengan bunyi rantai yang ia mainkan di tangannya. Membuat suasana senja itu semakin terasa mencekam.

“me..memangnya a..apa salaku ??” pria berseragam itupun tak mampu lagi menutupi rasa paniknya. Wajahnya semakin memucat dan keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya.

“tcchh..berani-beraninya kau bertanya tentang kesalahanmu !” sahut sang pria misterius.

Ia semakin memperlebar langkahnya agar bisa menjangkau pria bertubuh mungil tersebut.
Merasa dirinya dalam keadaan terancam, pria itupun mulai berlari panik sambil berteriak histeris. Pria misterius tersebut tidak tinggal diam dan ikut berlari mengejar ‘mangsanya’

Ia pun memilih jalan pintas saat melihat pria tersebut berbelok ke sebuah lorong yang terletak di ujung ruangan. Dan iapun berhasil, pria itu kini tengah terkepung antara tembok dan dirinya.

“jangan bunuh aku ! ku mohon”

“kalau begitu melompatlah ke bawah”

Pria berseragam itu membelalak saat mendengar nada dingin dari si pria misterius tersebut. ia menatap ngeri kebawah. Demi Tuhan ! saat ini ia berada di lantai 4. Jika ia terjun kebawah itu artinya sama saja dengan bunuh diri.

“kau gila ! aku bisa mati” pria berseragam itu berteriak frustasi.

“memang itulah tujuanku”

“tapi kenapa ?”

“karena kau tidak pantas untuk hidup”

“kau gila !”

“aku bahkan bisa lebih gila daripada ini”

Pria misterius itu mengeluarkan sebuah botol dari dalam saku jaketnya. Dan tanpa di duga sebelumnya, pria tersebut membuka tutup botol dan dengan sengaja menumpahkan setetes cairan tersebut ke lantai.
Pria berseragam membulatkan matanya saat melihat lantai tersebut mengeluarkan asap saat di tetesi oleh cairan tersebut. Ia mulai menggigil ketakutan dan merapatkan tubuhnya pada tembok yang ada di belakang tubuhnya.

“ku.. mohon..ja..jangan bunuh aku.“ si pria berseragam memohon dengan nada bergetar. Ia menangkuan kedua tangannya memohon ampun pada si pria misterius.

“permohonan di tolak !”

“AAAAAAAAAAAKKKHHHHHH !!!!!!!!”

***

Advertisements

2 thoughts on “{prolog} Nightmare

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s