PATISSIER {Recipe I}

 

527080_505597826120211_1330836788_nA story line by harmonikyu

Title : Patissier
Rating : Teenager
Length : chaptered

COMENTS LIKE OXYGEN ~

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

“kyaaa~ eonniii !!!” terdengar sebuah pekikan melengking dari arah dapur. Seorang yeoja berlari tergopoh-gopoh menghampiri adiknya yang memanggil namanya histeris. Matanya membulat dan mulutnya menganga saat mengetahui apa yang menyebabkan yeoja yang berdiri disampingnya itu berteriak.

“yak !! eonni-ya~ aisshh..jinja !! kenapa kau malah meninggalkan masakanmu ? kau tahu kan kalau membuat saus tidak butuh waktu lama dan kau harus selalu mengaduknya agar tekstur sausnya bagus, tapi kenapa kau malah meninggalkannya ? aisshhh..”

Yeoja itu menggerutu tanpa jeda. Ia meringis saat melihat saus yang tadinya berwarna merah telah berubah warna menjadi hitam pekat. Salahnya juga karena telah memberi kepercayaan pada eonninya untuk membuat saus pasta . Tapi hanya membuat saus pasta tentu tidak akan sulit bukan ? apalagi ia yang meraciknya sendiri sedangkan eonninya hanya bertugas untuk mengaduk-aduknya hingga matang. Ia tahu kalau eonni nya itu kurang begitu ahli dalam masalah memasak, tapi ia baru sadar ternyata eonni nya benar-benar parah dalam hal masak-memasak.

“aigoo~ mianhae, tadi eonni kebelet pipis”

“kenapa tidak kau kecilkan dulu apinya ??!”

“omo ! ada apa ini ? kenapa ribut sekali ??” seorang wanita paruh baya datang, menengahi keributan yang terjadi antara kakak adik tersebut.

“min mi eonni, dia mengubah saus pasta menjadi arang eomma”

“yak ! park min rin !! kau ini berlebihan sekali, bukankah sudah ku bilang kalau aku tak sengaja” yeoja bernama min mi berteriak kesal, saat adiknya mengadu pada eommanya. Sebenarnya tak masalah baginya jika dia mengadu pada eomma, toh memang begitulah kenyataannya. Tapi, ia tak terima jika ia disalahkan sepenuhnya atas insiden saus yang telah menjadi arang tersebut.

“yak ! kau sendiri kemana huh ? bukannya menolongku tapi kau malah asyik menelpon pacarmu !” min mi berbalik menyalahkan min rin, dongsaengnya.

“eonni !! kyuhyun bukan pacarku !!”

“sudah hentikan ! kalian ini ! ingat umur ! jangan bersikap seperti anak tk lagi” seru wanita paruh baya yang di ketahui adalah eomma dari dua yeoja yang sedang berselisih tadi. Sang eomma mengurut dadanya, dosa apakah yang dilakukannya hingga ia mempunyai anak seperti mereka ?

“tapi eomma, bagaimana dengan pastanya ? di dapur sudah tidak ada bahan untuk membuat saus pasta lagi”

“sudahlah ! janga meributkan pasta lagi, sebaiknya kalian cepat berangkat sebelum kalian terlambat ke sekolah. Jangan mentang-mentang kalian anak appa jadi kalian bisa bertindak sesuka hati kalian, arrajyeo”
Min rin mendengus. Ia mendelik kesal kearah min mi sesaat sebelum ia menyambar tas miliknya yang tergeletak di atas meja makan.

“na kalkae ! (aku pergi ! )” sorak min rin sebelum ia benar-benar menghilang dari balik pintu.
“kenapa kau masih disini ? ayo cepat susul adikmu”
Min mi terhenyak lalu mengambil langkah seribu menyusul min rin yang sudah dulu berangkat ke sekolah.

=Min mi pov=

“hosh..hosh..”
Aku mengatur nafasku yang tak beraturan akibat ‘olah raga pagi’ yang ku lakukan barusan. Ini semua gara-gara park min rin ! andai saja ia tak menyuruhku untuk menggantikannya memasak saus pasta. Aku pasti tidak akan berlari kesetanan saat melihat kang ahjussi hendak menutup gerbang sekolah. Yah~ meskipun aku adalah putri dari pemilik sekolah jangan harap aku bisa dengan mudahnya lolos dari peratuan yang ada di sekolah tersebut. Bahkan, appa dengan teganya akan menghukum ku lebih berat jika melakukan kesalahan sedikit saja.

Aku menegakkan badanku lalu menatap lambang sekolah yang terpampang jelas di tengah-tengah bangunan yang berdiri angkuh di hadapanku. Sebuah lambang dari sekolah yang terkenal akan keterampilan murid-muridnya dalam mengelola bahan makanan menjadi masakan berkelas. Atau dengan kata lain bisa di bilang kalau sekolah ini adalah sekolah kejuruan khusus dalam bidang masak-memasak, ahh !! aku harap kalian mengerti maksud dari penjelasanku barusan -.-‘

Tapi, pelajaran yang kami pelajari setiap hari bukan hanya tentang masak-memasak saja, kami juga mempelajari apa yang di pelajari oleh siswa sma pada umumnya. Hanya saja, sekolah ini lebih menitik beratkan pada pelajaran tata boga, untuk itu sekolah ini di beri nama Patisserie high school.

“yak ! eonni-ya ~ ppali !!”

Min rin yang sudah dulu berada di depanku meneriakiku sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Menyuruhku untuk bergegas menyusul dirinya yang sudah jauh di depan. Sepertinya aku harus berbicara dengan appa tentang perkarangan sekolah yang luasnya di luar batas kewajaran ini =.=’

~~~~~~~~~~~~
Sial ! benar-benar sial !!
Kata itu tak henti-hentinya meluncur dari mulutku. Saat kim seonsaengnim dengan senyum konyolnya memberi kami tes dadakan. Oke, bagiku tak masalah jika memang ia tiba-tiba melaksanakan tes, karena biasanya kami selalu di bagi dalam beberapa kelompok lalu mulai mengerjakan menu yang telah ia berikan. Tapi sekarang ?? dengan santainya kim seonsaengnim menyuruh kami untuk bekerja secara individu. Oh..bumi telan aku saat ini juga !! aku tak sanggup, benar-benar tak sanggup jika melakukan hal ini sendirian. Biasanya, aku akan mengandalkan ryeowook atau sungmin. Tapi sekarang ?? apa yang harus ku perbuat ?? aku benar-benar buta dalam hal masak-memasak.

Oke ! salahkan appa. Ia yang memaksaku untuk masuk ke sekolah mengerikan ini. sekolah yang tiap harinya selalu membahas tentang menu masakan-masakan tingkat dunia, peralatan-peralatan memasak, atau siapa saja tokoh yang paling berpengaruh dalam dunia per-koki-an.

“baiklah ! hari ini aku akan memberi kebebasan pada kalian. Kalian boleh memasak apa saja”
Seruan dari kim seonsaengnim membuyarkan lamunanku. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan khusus memasak ini. masing-masing dari mereka telah memulai pekerjaan mereka. Sedangkan aku ? jangan kan untuk membuat adonan kue atau semacamnya, aku saja tak tahu harus bagaimana memulainya ?

“psstt..min mi ya~”

Aku menoleh kearah kanan. Ryeowook melambaikan tangannya dan berbisik kearahku. “pakai resep masakanku ini” serunya sambil melempar sebuah gulungan kertas kearahku. Dengan sigap aku menangkap kertas tersebut dan menyembunyikannya sebelum ketahuan oleh kim seonsaengnim.

Perlahan ku buku gulungan kertas milik ryeowook. aku mengangguk-anggukkan kepalaku saat membaca apa saja bahan-bahan yang di butuhkan dan bagaimana langkah kerjanya. Cukup mudah kurasa. Dengan rasa ke percayaan diri yang tinggi, akupun memulai langkah kerja awal, yaitu membuat adonan.
Kim ryeowook ! kau memang sahabat terbaikku !!

~~~~~~~~~~~~~
“wae ?” sungmin menyikut lenganku, aku rasa ia menyadari raut cemas yang tergambar di wajahku. Aku menoleh sekilas lalu kembali menatap gusar kearah kumpulan makanan yang ada diatas meja panjang. Dari semua makanan yang berbaris di atas meja tersebut, ku rasa hanya punyaku yang sama sekali tak enak di lihat. Lihat saja bagaimana bentuknya ?? sangat jauh dari kata layak untuk di kategorikan sebagai makanan =.=’

Ku lihat kim seonsaengnim mulai mencermati satu persatu makanan yang di atas meja. Lalu menuliskan sesuatu di kertas penilaian. Ku rasa ia sedang menilai bentuk dan cara penyajian makanan –makanan tersebut. ahh..jangan terlalu berharap untuk mendapatkan nilai di atas 6 park min rin.

“baiklah, untuk sesi kali ini saya ingin kalian menjelaskan tentang masakan yang kalian buat, dimulai dari ini..pemilik dari makanan ini silahkan maju ke depan..” ujar kim seonsaengnim seraya menunjuk salah satu makanan yang ada di atas meja.

“eo..itu punyaku !”

Aku melirik kearah kiriku dan ternyata makanan tersebut milik ryeowook. ahh..tak heran kalau tampilan dari makanan tersebut menarik, ternyata makanan itu miliknya?

“baiklah, tema ku adalah afternoon tea kerajaan yang memberikan kesan sejarah dan tradisi. Dan ini vintage Darjeeling, teh kelas atas..”

Semua orang yang ada di ruangan di buat melongo karena penjelesan dari ryeowook tak terkecuali diriku. gila ! benar-benar gila ! pantas saja dia di nobatkan sebagai murid terbaik di kelasku. Dan apa itu tadi nama teh nya ? darling ? darjing ?? ahh..kenapa susah sekali untuk di sebutkan ?!’

“hmm..cita rasa yang berkelas, pantas di sebut dengan champagne tea, terlebih kau pasti menggunakan daun teh second flush yang di panen setiap bulan mei hingga juni”

Aku terkesima mendengar komentar kim seonsaengnim. Ternyata dia memang memiliki absolute taste. Pantas dia mendapatkan gelar the best teacher of the year tiap tahunnya.
“untuk membuat teh ini pertama, hidangkan tanpa di campur apapun, setelah itu nikmatilah wangi dan rasa teh yang sebenarnya..”

Kim seonsaengnim mengambil gelas berisi teh yang tersaji di hadapannya. Terserah apa nama teh itu, tapi yang pasti ku lihat raut wajah kim seonsaengmin terlihat sangat menikmati aroma dari teh tersebut.
“selanjutnya, kue pertama yang ku buat adalah scone yang sudah menjadi tradisi dan jenis kedua dengan isi plain, kenari dan kismis. Silahkan di nikmati setelah di olesi jam dan clotted cream”

Kim seonsaengnim mengikuti arahan dari ryeowook. Semua mata tertuju pada kim seonsaengnim saat ia mulai mengunyah makanan buatan ryeowook. mata kim seonsaengnim terpejam dan sebuah senyum terlukis di wajahnya. Dapat ku bayangkan betapa enaknya kue buatan ryeowook hingga mampu membuat kim seonsaengnim jadi seperti itu.

“jarhaesseo kim ryeowook ! (kerja bagus kim ryeowook !) kau memadukan kekuatan dan kelembutan. Benar-benar cita rasa yang sempurna, samar-samar juga terasa yoghurt di dalamnya. Disertakan rose jam juga, wangi sekali !” puji kim seonsaengnim.

“rose adalah bunga khas inggris, makanya aku coba memakainya”

“hmm..geurae, kau benar ryeowook-ah , terima kasih atas hidangan lezatnya dan silahkan kembali ke tempat dudukmu”

Ryeowook tersenyum bangga lalu kembali ke tempat duduk di sebelahku. Oke, telapak tanganku mulai mengeluarkan keringat dingin sekarang. Bagaimana jika setelah ini giliranku yang maju ?? apa yang harus ku bilang tentang makanan tak berbentuk itu ?? >.< “hmm..selanjutnya..igo (ini)” “eo..nekkeoya (itu milikku)” sungmin tersentak lalu buru-buru bangkit dari tempat duduknya. Fiuhh~ aku menghembuskan nafas lega. Yah..meskipun lambat laun namaku akan terpanggil juga tapi setidaknya aku masih di beri kesempatan untuk mempersiapkan mentalku. “hmm..karena kebetulan tema masakan ku dan ryeowook sama, jadi ku rasa aku tak perlu lagi memberi tahu apa tema dari masakanku, tapi tenang saja, afternoon tea buatanku berbeda kok dengan punya ryeowook, dan di jamin pasti lebih enak hehe” beberapa orang terkekeh saat mendengar ucapan sungmin. “oke..menurutku afternoon tea itu adalah saat menikmati teh yang enak dan saat sedang santai. Jadi aku sedikit merubah rasa teh dari biasanya, supaya anda bisa terhanyut dalam perbincangan” “hmm..menarik. flavor tea yang mempunyai wangi khas kimmokusai, seperti saat musim gugur” komentar kim seonsaengnim. “ne geurojyeo (iya benar), dan ini scone buatanku silahkan di cicipi” sungmin menyerahkan scone buatannya pada kim seonsaengnim. “hmm..scone ini penampilannya biasa saja, tapi bagian dalamnya lembut sekali, kau tak menggunakan tepung terigu ya ?” Sungmin menggeleng pelan lalu menyunggingkan senyumnya. “aku memikirkan anak-anak yang ingin memakannya, tapi tak bisa karena alergi terigu, makanya scone ku buat dari tepung beras” Kim seonsaengnim mengangguk-anggukkan kepalanya. lalu ia beralih pada scone yang lainnya. “yang satu ini scone dari teh bubuk ya ? wah..benar-benar menarik..” Aku menelan ludahku gugup. Masakan sungmin dan ryeowook benar-benar membuatku mati kutu. Ahh..aku merutuk diriku yang mau saja menuruti kemauan appa untuk menyekolahkanku di sekolahnya ini >.< “clotted cream kacang merah ini menarik sekali, jam yang di bagian ini juga aneh, apa ini kombinasi kayu manis dan kesemek ?” “ne, dan satu lagi adalah marrons yang menggunakan kastanye, aku memakai bahan-bahan musiman karena paling enak !!” jawab sungmin antusias. Kim seonsaengnim mengangguk senang lalu mulai menuliskan sesuatu di kertasnya. Haah, aku yakin sungmin akan mendapatkan nilai sempurna sama seperti ryeowook. “geurae ! sungmin-ah, silahkan kembali ke tempat dudukmu” Sungmin menuruti perintah dari kim seonsaengnim, tak lupa ia membungkukan badannya tanda hormat lalu berjalan dan duduk di sampingku. “jaranda sungmin-ah~” seru ryeowook yang ada di sebelahku. Aku ikut melemparkan senyum padanya. Namun senyumku itu tak bertahan lama, karena pada saat itu juga kim seonsaengnim memanggil diriku ani..lebih tepatnya memegang piring yang berisi masakan buatanku dan bertanya siapa pemiliknya. Dengan berat hati ku angkat tanganku yang entah kenapa terasa berat sehingga butuh kekuatan lebih untuk sekedar mengangkatnya. “silahkan nona park” ujar kim seonsaengnim. Sungmin dan ryeowook sama-sama memberiku semangat dan mendorong tubuhku untuk segera maju ke depan. Baiklah park min mi, kau hanya perlu menjelaskan tentang bagaimana hasil dari masakanmu dan semuanya akan beres. Aku menghirup nafas panjang . Seisi kelas memusatkan perhatiannya pada diriku hingga membuat adrenalinku memacu lebih cepat layaknya saat sedang menaiki roller coaster. “silahkan nona park” ujar kim seonsaengnim lagi. Sepertinya ia mulai merasa risih karena melihat diriku yang hanya berdiri diam. Baiklah, Ku hela nafasku sejenak lalu kembali ku lemparkan pandanganku ke depan. Sungmin dan ryeowook sama-sama tersenyum, berusaha memberikan semangat untukku. Aku membalas senyuman mereka. “a..aku..membuat kue strawberry..” seruku sedikit gugup. “kue spons itu rasanya berasal dari campuran tepung halus dan tepung kasar. Untuk telur, kuning telurnya satu butir lebih banyak dari putih telur. Di krimnya ada sedikit alcohol *kirsche (*cherry). Karena rasanya ringan, gulanya pakai gula pasir” ujarku panjang lebar. Meskipun aku payah dalam hal memasak, tapi aku lumayan hebat dalam hal mengingat, jadi sebagian besar resep dan cara membuat kue yang tertera di kertas milik ryeowook sepenuhnya sudah tersimpan di otakku. “ehmm..penjelasan mu memang menarik, tapi sepertinya tidak sesuai dengan kue yang kau buat park min mi ??” Ngek ! Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal sambil tersenyum garing. Memang benar apa yang di katakan oleh kim seonsaengnim. Kue hasil dari buatanku tak lebih dari sekedar tumpukan cream tak beraturan, begitu abstrak dan berantakan. Kim seonsaengnim mulai menyendok kue buatanku. Ingin sekali rasanya aku mendorong kim seonsaengnim sebelum ia memasukkan kue buatanku ke dalam mulutnya, tapi tentu saja hal itu tidak mungkin ku lakukan. Yang ku lakukan saat ini hanyalah berdo’a agar kim seonsaengnim tidak keracunan setelah memakan kue buatanku >3<

“hmm..lumayan, tapi kocokan telurmu terlalu sebentar hingga kue spons buatanmu masih kurang lembut dan teksturnya masih kasar, selain itu kau terlalu banyak menggunakan cream sehingga rasa manisnya lebih di dominasi oleh krim ketimbang gula”

Aku menundukkan kepalaku, tak berani menatap siapapun yang ada di kelas ini. Sudah ku duga bahwa hasilnya akan seperti ini, bahkan ku yakin pasti lebih parah dari penjelasan dari kim seonsaengnim. Kim seonsaengnim terlalu baik, dan ku rasa ia hanya sedang menjaga perasaan ku saat ini.

“hajiman..setidaknya kau tidak mengubah kue ini menjadi arang min mi-ya~ jadi berbanggalah !”

Antara senang dan sedikit sebal. Itulah yang kurasakan saat ini. memang kim seonsaengnim bilang kalau kue buatanku tidak hangus, tapi apa itu maksudnya berkata seperti itu ? ku akui aku memang selalu menjadi pengacau di kelasnya, seperti meledakkan kompor, menjatuhkan adonan yang sudah selesai di buat, dan yang paling para mengubah kue menjadi arang. Jadi tak heran kim seonsaengnim berkata seperti itu.

“dengan sering berlatih, saya yakin kamu pasti bisa !”

“ne..gamsahamnida seonsaengnim”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“sudahlah min mi-ya~ tidak usah terlalu di pikirkan, menurutmu kue buatanmu cukup enak kok” sungmin menepuk pundakku. Mencoba menghiburku huh ??

“yah~ cukup enak sehingga membuatmu mengeryitkan dahi saat kue itu berada di dalam mulutmu dan dengan susah payah menelannya sungmin-ah” balasku retoris. Sungmin tertawa garing sambil menggaruk tengkuknya asal. Saat ini aku dan sungmin sedang dalam perjalanan menuju tempat biasa kami mangkal. Kemana ryeowook ?? hah..bocah itu, dia bilang dia harus mampir ke perpustakaan dulu untuk meminjam beberapa buku resep baru yang baru datang pagi ini. Hah..bocah satu itu benar-benar tidak bisa tinggal diam jika sudah melihat buku baru di perpustakaan.

Aku dan sungmin duduk di sebuah bangku taman yang bentuknya melingkar yang di lindungi oleh atap. Aku mulai mengeluarkan laptopku dan mulai asyik dengan kegiatanku, yaitu membaca fanfiction. Sedangkan sungmin, ku lihat ia sedang asyik membaca buku ensiklopedia tentang masakan-masakan paling terkenal di dunia. Hahh..tak bisakah sehari saja mereka menyingkirkan benda berbentuk persegi untuk sehari saja ?

“eo..min rin-ah” gumamku saat mataku tak sengaja menangkap sosok min rin yang sedang duduk lumayan jauh dari posisiku sekarang. Aku mendengus, kulihat bocah tengik itu sedang berduaan dengan cho kyuhyun, namja yang lumayan popular di sekolah ini, termasuk sungmin dan ryeowook sih, hanya saja pria itu menempati posisi pertama sebagai namja paling di incar di sekolah ini.

Ku lihat min rin sedang sibuk membolak-balik halaman buku yang ia baca, sesekali ia membenarkan letak kacamatanya dengan mulut yang berkomat-kamit tak jelas, seperti sedang membaca suatu mantra. Sedangkan namja yang duduk di sebelahnya, ku lihat ia begitu asyik dengan psp di tangannya.

Iseng-iseng akupun berjalan kearah mereka. Terdengar suara sungmin yang meneriaki namaku, karena tiba-tiba saja aku meninggalkannya sendiri. Ku kibaskan tanganku memberi isyarat bahwa aku hanya pergi sebentar dan sungmin pun terlihat pasrah lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

“heii..pasangan suami istri, hari ini kalian terlihat begitu mesra” seruku yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka. Membuat keduanya sedikit terlonjak kaget saat melihat kehadiranku yang tiba-tiba.
“eonni !!! keumanhae !! aku dan kyuhyun bukan pasangan suami istri !!!”

Aku mengabaikan protes min rin lalu duduk di samping kyuhyun. Ku lihat ekspresi wajahnya yang sedang tidak bersahabat dan ia menekan tombol yang ada di pspnya dengan penuh nafsu.

“yak ! kyuhyun-ah! Neo waeire ??” tanyaku yang sedikit bergidik melihat gerakan tangannya.

“eobseo (tak ada)” jawabnya sedikit ketus tanpa membuang pandangannya dari layar pspnya. Aisshh..jinja sarami !!

“ia sedang kesal eonni jadi jangan ganggu dia, bisa saja kau akan jadi korban keganasannya nanti” timpal min rin. Aku mengernyit lalu memerhatikan kyuhyun dengan pandangan penuh tanya.

“dan dalang dari semua kekesalanku ini adalah kau park min rin !!” sahut kyuhyun tajam.

Aku memutar arah pandangku kearah min rin. “yak ! apa maksudmu ?? kau masih memikirkan hal yang tadi ?? aissh..jinja, bukankah sudah ku bilang ma’af. Sudah ku bilang kalau aku lupa dan aku benar-benar tak sengaja kyuhyun-ah, lagipula kan tak hanya kau yang menerima hukuman dari kang saem, aku juga kena tau !!”
Kang saem ?? guru killer itu ?? hohoho !! aku rasa aku tahu sekarang apa permasalahan mereka.

“kau tau..gara-gara kau, kau jadi merusak reputasi baik ku di hadapan kang saem !!” balas kyuhyun sengit, kali ini pandangannya tak lagi focus pada pspnya , ia menatap min rin tajam seolah berniat menerkam yeoja itu.

“tchh..gara-gara itu kau jadi kesal padaku ?? aishh !! kau pikir reputasiku juga tidak rusak huh karena mendapatkan hukuman dari kang saem ??”

“yak ! tapi ini semua kan gara-gara kau !”

“aku kan sudah bilang ma’af”

“tchh..ma’af ?? semudah itu ?? apa gunanya polisi juga semua masalah bisa di selesaikan dengan kata ma’af ?”

“yak !! kau ini berlebihan sekali ! hanya karena aku lupa membawa catatanmu kau jadi menghubung-hubungkannya dengan polisi ?? hahh !! aku rasa otakmu sudah korslet tuan cho !”

Oke ! cukup sudah ! sepertinya keputusanku untuk menghampiri mereka adalah keputusan yang salah. Lihat bagaimana mereka berdebat, benar-benar terlihat seperti suami istri.

Akupun memilih untuk meninggalkan mereka berdua. Berdiri diam disini hanya membuat kupingku panas.

“heii..min mi-ya~”

Ryeowook menyorakiku. Ku percepat langkahku meninggalkan kyuhyun dan min rin yang masih sibuk berdebat. Akupun segera duduk disamping ryeowook dan ia langsung memamerkan buku yang baru di pinjamnya padaku. Tchh..buku resep lagi T.T

“min mi-ya~ aku boleh pinjam laptopmu ?” tanya sungmin.

“hmm..silahkan”
~~~~~~~~~~
Author pov
Seorang namja tengah duduk berhadapan dengan kepala sekolah. Matanya tak mau diam dan terus menelurusi semua sudut ruangan. Pandangannya seakan-akan menilai semua benda yang ada di rungan tersebut.

“selamat bergabung di sekolah kami” ujar kepala sekolah menghentikan aktivitas namja itu.

“dan mulai sekarang kau resmi menjadi murid Patisseri high school” lanjut kepala sekolah seraya memamerkan senyumnya. Namja itu hanya membalas dengan anggukkan tanpa membalas senyum dari kepala sekolah.

“semoga kau betah bersekolah disini”

“ya..semoga saja”

Tbc.

Advertisements

4 thoughts on “PATISSIER {Recipe I}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s