TIME TO LOVE CHAPTER II

Title : time to love

Author : yuki kiedongyunmin

Cast : Cho kyuhyun, Park min rin

Other cast : u can find it ! ^^

Genre : family, romance

Rating : Teenager

Length : chaptered

Disclaimer : park min rin & park min mi = me !! kekekeke~ and this ff is mine ^^

Warning : GAJE & TYPO DIMANA-MANA..!! no bashing and this fanfiction is forbidden for silent readers !!

PS : thanks to my lovely dongsaeng @ekawati who has made awesome poster for me, saranghae saengie~ ^3^

Note : bagian awal cerita itu min rin pov ya~

COMENTS LIKE OXYGEN ~

*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*

PART 2 :

Preview :

“mulai saat ini kau tinggal disini saja”

“MWO ????”

*~ time to love ~*

Kyuhyun menatap noonanya gusar. Ia bangkit dari tempat duduknya mendekati noonya yang sedang asyik membersihkan biolanya.

“noona-ya~ bagaimana bisa kau dengan mudahnya mengizinkan orang asing untuk tinggal bersama kita ??” tanya kyuhyun saat ia sudah berada di hadapan noonanya.

Ahra menoleh sejenak lalu kembali melanjutkan aktivitasnya membersihkan biola kesayangannya, biola yang berhasil ia beli dengan hasil tabungannya sendiri. “kau sendirikan yang membawanya kesini ?? kenapa kau jadi menyalahkanku ?”

Kyuhyun terdiam begitu mendengar balasan dari noonanya. Apa yang di ucapkan oleh noonanya memang ada benarnya. Ia lah yang membawa gadis tersebut kerumahnya. Tapi bukan berarti gadis itu harus tinggal dirumahnya bukan ?? kyuhyun hanya merasa bertanggung jawab karena telah menabrak gadis itu walaupun sebenarnya ia yakin bukan karna hal itu yang membuat gadis itu tak sadarkan diri. Ia membawa gadis itu kerumahnya hanya untuk menunggu sampai gadis itu sadar. Setelah gadis itu sadar makanya semuanya akan selesai. gadis itu pergi dan dia takkan bertemu dengannya lagi. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Gadis itu malah menceritakan bagaimana hidupnya hingga membuat noonanya simpati dan meminta gadis itu untuk tinggal di rumahnya.

“tapi..tapi aku-“

“tapi apa captain cho ??” sela ahra seraya bangkit dari tempat duduknya dan menyimpan biolanya ke tempat semula. Ia beralih menatap kyuhyun dengan tangan yang bersedekap di dada. Alisnya terangkat menunggu kalimat yang akan di lontarkan oleh kyuhyun selanjutnya.

“tapi aku hanya membantunya bukan berarti ia bisa tinggal disini, noona !!” seru kyuhyun sedikit keras.

“kyu, apa kau tidak kasian dengan gadis itu ? jika kita membiarkan ia pergi bisa jadi paman dan bibinya itu menemukannya dan kembali menyiksa dirinya. Kemana perginya kyuhyun-ku yang baik hati huh ?”

“noona itu hanya modus, dia pasti hanya mengada-ngada. Zaman sekarang mana ada orang yang masih suka menyiksa anaknya sendiri meskipun anak itu bukan anak kandung mereka. Kau terlalu banyak menonton drama noona sehingga otakmu itu berhasil di tipu oleh gadis itu”

“CHO KYUHYUN !! jaga bicaramu !!” teriak ahra.

“jogiyo..”

Kyuhyun dan ahra sama-sama menoleh ke sumber suara. Keduanya sama-sama terlihat salah tingkah saat mendapati gadis yang menjadi topik perdebatan mereka tengah berdiri tak jauh dari posisi mereka saat ini. suasana menjadi hening sejenak sampai akhirnya min rin membuka suaranya.

“ma’af karena aku telah merepotkan kalian semua. Tapi demi tuhan, aku tak pernah berbohong atau mengada-ngada seperti yang kyuhyun-ssi bilang barusan. Semuanya murni tanpa ada sandiwara didalamnya dan aku tidak sehina itu kyuhyun-ssi sampai harus membohongi orang yang sudah menolongku” ujar min rin lirih.

Kyuhyun hanya terdiam mendengar ucapan dari gadis tersebut. Ahra mendelik kesal kearah kyuhyun lalu berjalan mengahampiri gadis di hadapannya.

“min rin-ah~ tak usah kau dengarkan ucapan bocah itu. Ia hanya kelelahan dan sedang stress makanya ia berkata seperti itu.Sekarang istirahatlah..”

Min rin menggeleng lalu melepaskan tangan ahra yang sedang memegangi lengannya.

“sebaiknya aku pergi sekarang, kehadiranku hanya-”

“andwae !!” sela ahra cepat. Ia mengenggam tangan min rin erat berusaha menahan kepergian gadis itu.

“kau tidak akan pergi kemana-mana min rin-ah, mulai hari ini kau resmi menjadi bagian dari keluarga ini..”

“yaakk !! noona !! jangan seenaknya-“

“diam kau cho kyuhyun !! aku sama sekali tidak meminta pendapatmu !!” tukas ahra cepat. Kyuhyun mendengus sebal. Ia tak menyangka noonanya akan membentaknya hanya demi seorang gadis asing yang baru saja ia kenal.

“min rin-ah, jangan dengarkan perkataan kyuhyun, arra. Sekarang kembalilah ke kamarmu”

“aniyo..aku tidak ingin merepotkan kalian. Sebaiknya aku pergi, dan terima kasih karena telah menyelamatkanku kyuhyun-ssi. Aku tak tau bagaimana jadinya diriku jika kau tak menyelamatkanku tadi”

Min rin melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rumah itu namun baru dua langkah ahra kembali mencegatnya.

“min rin-ah..setelah ini kau mau kemana ?”

Min rin terdiam lalu menundukkan kepalanya dalam. Benar ! setelah ini ia harus kemana ? ia tidak mungkin kembali ke panti asuhannya yang terletak di mokpo. Apalagi jika saat di jalan ia bertemu dengan orang suruhan han ahjussi dan han ahjumma. ia yakin sekali bahwa pasangan suami istri itu tidak akan melepaskannya begitu saja.

“min rin-ah, eonni takut kau akan kembali bertemu dengan paman dan bibimu. Eonni tak ingin kau tertangkap lagi oleh mereka”

“tapi-“

“sstt..sudahlah ! eonni senang kau ada disini. Eonni sudah lama sekali memimpikan hal ini. Memiliki adik perempuan yang akan selalu siap mendengar semua cerita eonni. Tak seperti seseorang yang selalu cuek dan merasa terganggu saat aku ingin bercerita padanya..”

“kenapa melihatku ??!” decak kyuhyun sebal saat melihat tingkah noonanya.

“nah..sekarang kembalilah ke kamarmu..” bujuk ahra.

Min rin terlihat ragu namun ia tetap melangkahkan kakinya ke kamarnya. sekilas ia dapat melihat ekspresi tidak suka dari kyuhyun. Ia menundukkan kepalanya dalam, merasa tidak enak karena telah menyusahkan penolongnya.

“noona..pokoknya aku tidak mau tau dengan masalah ini. jika eomma dan appa pulang kau sendiri yang harus menjelaskannya..” seru kyuhyun sebelum ia beranjak menuju kamarnya tak lupa dengan sedikit membanting pintu kamarnya. mengekspresikan betapa kesalnya ia saat ini.

*~ TIME TO LOVE ~*

= min rin pov =

Blam !

Perhatianku teralihkan ke sumber suara. Aku sedikit tersentak saat mengetahui siapa pelaku yang menimbulkan suara tersebut. Cho kyuhyun, pria itu keluar dari ruangan yang ku yakini adalah kamarnya. Ia menoleh kearahku sejenak membuat pandangan kami bertemu, tapi buru-buru ia mengalihkan perhatiannya. Ia terus berjalan dan berdiri tepat disampingku. Ia membuka lemari es dan memeriksa isi dalamnya. Sebuah apel merah menjadi pilihannya.

Awalnya aku memang berniat untuk memeriksa bahan yang ada di kulkas. Tapi terhenti karena suara pintu yang di banting cukup keras hingga membuatku mengurungkan niatku dan berdiri mematung di samping kulkas.

Kyuhyun berjalan kearah meja makan dan mengambil beberapa helai roti. Tanpa mengucapkan sepatah katapun ia berlalu dan pergi meninggalkan ku sendirian.

Aku mendesah pelan. Meratapi bagaimana nasibku selanjutnya. Bisa kau bayangkan bagaimana perasaanmu jika orang yang sudah menolongmu justru tidak suka dengan kehadiranmu. Tapi aku tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran ahra eonni untuk tinggal di rumahnya. Setidaknya aku aman berada disini.

Aku kembali mendesah. Tak ada gunanya meratapi nasib lagipula hal itu takkan merubah hal apapun. Sudah untung mereka mau menampungku di rumah mereka yang mewah ini. jadi aku harus tahu diri dan tidak boleh merepotkan mereka terlalu jauh.

Aku kembali ke kegiatanku yang sempat tertunda tadi. Ku buka pintu lemari es di hadapanku untuk mencari bahan masakan yang bisa ku olah. Waahh..kulkas mereka penuh oleh berbagai macam bahan makanan dan ku putuskan untuk membuat nasi goreng kimchi.

Beberapa menit kemudian nasi goreng kimchi buatanku pun selesai, hanya tinggal menghidangkannya di atas meja makan. Aku tersenyum puas melihat hasil masakanku. Ada untungnya juga aku di didik keras oleh han ahjumma dalam hal memasak.

“hmm..wangi sekali”

“eo..eonni”

Ahra eonni tersenyum padaku. Ia terlihat sangat cantik dengan pakaian casual yang ia kenakan. Ia mengambil tempat di salah satu kursi dan menatap antusias ke arah nasi goreng kimchi buatanku.

“kau yang membuatnya min rin-ah ??” tanyanya.

Aku mengangguk cepat. Ahra eonni bergegas mengambil piring lalu menuangkan nasi goreng kimchi kedalam piringnya. Tiba-tiba ia menghentikan gerakannya dan beralih menatapku.

“kenapa kau masih berdiri disana ?” tanya ahra eonni yang membuatku terkesiap.

“eo..ne, permisi eonni” buru-buru ku langkahkan kakiku meninggalkan meja makan. namun panggilan dari ahra eonni berhasil mencegatku.

“yak ! kau mau kemana ?”

“nde ? eo..aku mau kembali ke dapur..”

“kenapa kau kembali ke dapur ?? ayo makan bersamaku !”

Aku sedikit tertegun. Makan bersama ? bolehkah ?

Ahra eonni bangkit dari tempat duduknya dan menyeretku lalu mndudukkan ku di salah satu kursi yang masih kosong. Ia mengambilkan sepiring nasi goreng kimchi dan juga menyediakan segelas susu untukku.

“sudah lama aku ingin melakukan hal ini, kyuhyun tidak pernah mau jika aku mengambilkan makanan untuknya..”

Aku masih terdiam memandangi piring yang sudah berada di hadapanku. Ada rasa haru saat eonni mengambilkan makanan dan menyediakan susu untukku. Seumur-umur aku belum pernah di perlakukan seperti ini bahkan saat di panti asuhan sekalipun.

“wae ? kenapa kau malah memandangi piringmu ? ayo makan sebelum makanannya jadi dingin”

Aku tersenyum tipis lalu mulai menyendokkan nasi hasil masakanku tadi. Aku melirik sekilas ke arah ahra eonni yang terlihat sangat menikmati makanannya.

“eumm..neomu massiseoyo (sangat enak )” pujinya sambil mengacungkan dua jempol kearahku. Aku tak bisa menahan senyumku saat ahra eonni memuji masakanku. Belum pernah ada yang memuji masakanku sebelumnya.

“eo..ngomong-ngomong apa kau melihat kyuhyun ? tadi aku sempat memeriksa kamarnya tapi ia tidak ada didalam..”

“eo..kyuhyun sepertinya sudah berangkat kerja eonni..”

“eh ? kenapa dia buru-buru sekali ? biasanya jam segini dia masih tidur. Apa tadi dia sempat sarapan ?”

Aku menggeleng sebagai ganti jawaban dari pertanyaan ahra eonni. Jangankan untuk sarapan, menyapaku saja ia tak mau.

“aisshh..dasar anak itu ! min rin-ah, meskipun kyuhyun bersikap kurang baik padamu aku harap kau dapat memakluminya. Dia itu sebenarnya baik kok, jadi tak usah takut dengannya, arrajyeo !”

“ne eonni”

*~*~*~*~*~*~*~*

= author pov =

Kyuhyun berlari secepat yang ia bisa. Pandangannya tak mau lepas dari halte di depannya. Sebuah bis yang telah berdiri disana menanti para penumpang yang hendak naik. kyuhyun semakin mempercepat larinya saat ia melihat semua penumpang sudah menaiki bis tersebut. hingga akhirnya ia berhasil dan menaiki bis tersebut.

Nafasnya berhembus tak beraturan akibat ‘olah raga pagi’ yang ia lakukan tadi. Ia sedikit merenggangkan dasinya yang terasa mencekik lehernya lalu mengedarkan pandangannya mencari kursi yang masih kosong. Pilihannya jatuh pada sebuah kursi yang terletak paling sudut di belakang.

Kyuhyun bergegas menduduki tersebut. menghempaskan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Kyuhyun mendengus sambil mengusap peluh di dahinya. Ini adalah kali pertamanya ia menaiki kendaraan yang bernama bis karena biasanya ia selalu menggunakan kendaraan pribadi. Tapi, akibat insiden yang ia alami tadi malam ia terpaksa membawa mobilnya ke bengkel dan menaiki kendaraan umum.

Kyuhyun tertawa miring. bagaimana mungkin seorang CEO seperti dia menaiki kendaraan umum ?

Pikiran kyuhyun kembali melayang pada saat kejadian semalam. Bagaikan sebuah roll film satu presatu sosok gadis yang ia bawa kerumahnya itu menari-nari di kepalanya.

Kyuhyun mengerang. Ia memegangi kepalanya lalu mengacak rambutnya kesal. Gadis itu menjadi beban pikirannya saat ini.

Ia memang yang membawa gadis itu kerumahnya tapi bukan berarti ia harus tinggal dan hidup bersamanya bukan ? kyuhyun bingung dengan pola pikir noonanya. Bagaimana mungkin ia dengan mudahnya mempersilahkan orang asing untuk tinggal di rumahnya.

Kyuhyun mengeluarkan sebuah mp3 player dari tasnya. Benda kecil berwarna biru itu memang selalu menjadi andalannya saat ia merasa bosan ataupun kesal. Setidaknya dengan mendengarkan instrument music akan membuat hatinya sedikit tenang dan dapat melupakan semua masalahnya sejenak.

*~*~*~*

Min rin terpekur saat melihat deretan baju yang terbentang di hadapannya. Baju-baju itu bahkan hampir menutupi ranjangnya. Min rin beralih menatap ahra yang sedang tersenyum puas kearahnya. Semua baju ini adalah baju miliknya yang tak ia pakai lagi karena sempit. Beruntung min rin memiliki badan yang mungil jadi ahra memutuskan untuk membongkar kembali isi lemarinya dan menyerahkan semuanya pada min rin.

“eonni-“

“ahh..gwencana min rin-ah, kau tidak perlu sungkan. Lagipula ini semua tak terpakai lagi olehku daripada terbuang lebih baik aku berikan saja padamu..” sela ahra cepat.

“tapi-“

“tidak ada tapi-tapian, arrajyeo ! mulai hari ini kau adalah bagian dari keluarga ini jadi jangan sungkan-sungkan”

Min rin akhirnya mengangguk pasrah. Ia semakin tidak enak hati dengan ahra. Beruntung ia sudah di perbolehkan tinggal di rumahnya dan sekarang ia malah di beri pakaian yang bahkan masih terlihat bagus dan harganya pasti mahal.

“min rin-ah~ mianhae, eonni harus pergi ke mengajar kau tidak apa-apakan sendirian di rumah ?”

Min rin mengangguk. Ia mulai sibuk dengan kegiatannya menyusun pakaian yang berhamburan di atas ranjangnya.

“kalau begitu eonni pergi dulu ya..”

“ne..hati-hati di jalan eonni”

“ne..”

*~ TIME TO LOVE ~*

“eo..kyuhyun-ah~ ada apa denganmu hari ini ? kenapa kau terlihat kusut sekali ?”

Eunhyuk, sahabat sekaligus rekan kerjan kyuhyun menegurnya yang baru saja tiba di kantor. Kyuhyun mendengus kecil mengabaikan perkataan dari sahabatnya barusan. Ia terus berjalan menuju ruangannya dan mengabaikan semua tatapan heran dari beberapa bawahannya.

Eunhyuk berjalan mngikuti kyuhyun dari belakang. Rasa ingin tahunya mendorongnya sampai ia tiba di ruangan kyuhyun. Eunhyuk meraih bahu kyuhyun dan membalikkan tubuhnya. Ia memandang kyuhyun lekat dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Rambut yang acak-acakkan, dasi longgar, kemeja yang sdikit kusut dan dibasahi oleh sedikit keringat. Eunhyuk berjengit heran. Tak biasanya kyuhyun berpenampilan kusut seperti ini. apalagi dengan tetesan keringat yang mengalir di sudut pipinya.

“hari ini aku naik bis, puas kau !” ujar kyuhyun retoris. Menjawab ekspresi bingung dari sahabatnya.

“nde ? kau ? naik bis ?”

Kyuhyun mendengus sebal lalu menghempaskan tangan eunhyuk yang masih berada di bahunya. Ia melempar tas kerjanya ke sofa dengan kasar lalu menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesarannya. Eunhyuk masih berdiri diam mencoba mencerna ucapan dari kyuhyun barusan.

“pfftt..huaahahaha !!! yang benar saja ! seorang cho kyuhyun naik bis ?! hahaha”

Eunhyuk tertawa lepas. Ia memegangi perutnya karena terlalu keras tertawa. Seorang kyuhyun naik bis ?? ini benar-benar sebuah kejadian langka. Eunhyuk menyeka air yang keluar dari sudut matanya. Ia tak henti-hentinya tertawa membuat kyuhyun yang sedang bad mood menjadi semakin jengkel. ‘Apa ia harus tertawa seperti itu ? menyebalkan’ bathin kyuhyun bergejolak.

Kyuhyun membuka laptopnya dan mulai menekuni pekerjaannya membiarkan eunhyuk yang masih betah menertawakannya.

Tok ! tok !

Perhatian kyuhyun teralih kearah pintu. Sesosok wanita muncul dari balik pintu membuat kyuhyun sedikit terkesiap dan memperbaiki penampilannya yang acak-acakkan tadi. Eunhyuk yang menyaksikan hal itu hanya tertawa miring melihat tingkah sahabatnya.

“sajangnim, ini laporan kemarin silahkan anda periksa” ujar wanita itu.

Kyuhyun meraih sebuah map yang disodorkan oleh wanita itu. “bukankah sudah ku bilang jangan panggil aku sajangnim” ujar kyuhyun seraya memeriksa isi laporan tersebut. Wanita itu berdehem lalu menatap eunhyuk sekilas.

“tapi ini lingkungan kerja dan kau adalah atasanku, jadi tidak ada alasan kenapa aku harus memanggilmu sajangnim” balas wanita itu.

“tapi aku tidak suka mendengarnya, aku terkesan lebih tua dari umurku”

“kau memang sudah tua kyu~” timpal eunhyuk dengan kekehannya.

Kyuhyun mendelik dan menatap eunhyuk dengan tatapan tajamnya. Sedangkan eunhyuk terlihat tak peduli dan memilih untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Kini perhatian kyuhyun kembali pada wanita yang berdiri di hadapannya. Seperti biasa, wanita itu selalu berhasil memikatnya dan membuatnya terpesona. Hari ini wanita itu menggerai rambutnya, membuat wajahnya semakin terbingkai sempurna.

“baiklah, tapi setidaknya kau bebas memanggil namaku di ruanganku, setidaknya tidak akan ada orang lain yang mendengar” seru kyuhyun setelah ia berhasil menguasai pikirannya dari keterpesonaannya terhadap wanita itu.

“kau lupa kalau disini ada aku ?” timpal eunhyuk lagi dan kali ini berhasil menyulut emosi kyuhyun. kyuhyun melempar pulpen miliknya kearah eunhyuk dan berhasil mengenai kepalanya. Eunhyuk sedikit meringis dan memegangi kepalanya. Dilihatnya kyuhyun yang sedang menggertakkan giginya kearahnya dan wanita itu yang terkekeh kearahnya.

“anggap saja ia tidak ada eunhwan-ah” seru kyuhyun pada eunhwan.

“eii.,kalau mau pacaran bukan disini, ini tempat untuk bekerja”

“sekali lagi kau bicara akan aku sumpal mulutmu dengan ini” kyuhyun menggenggam sebuah sandaran buku yang ukurannya lumayan besar.

Eunhyuk berhasil bungkam dan menutup mulutnya rapat. Eunhwan tersenyum melihat tingkah kedua pria di depannya. Saat ia hendak pamit keluar, kyuhyun menahannya. “nanti kau mau kan menemaniku makan siang ?”

Eunhwan terdiam sejenak. Begitu juga dengan kyuhyun yang menunggu jawaban dari eunhwan. “baiklah” balas eunhwan.

Eunhyuk sedikit bergidik saat melihat kyuhyun tersenyum sendiri sejak menghilangnya bayangan eunhwan di balik pintu. Ia tahu bahwa sahabatnya itu sangat menyukai wanita yang bernama choi eunhwan itu bahkan di setiap obrolan mereka nama choi eunhwan tak pernah lepas dari topi pembicaraan kyuhyun. Eunhyuk memang tahu kalau kyuhyun tergila-gila dengan eunhwan tapi ia baru sadar bahwa sahabatnya itu memang benar-benar sudah gila !

Gila karena memikirkan seorang gadis yang bahkan belum tentu memikirkan dirinya. Gila karena seorang gadis yang bahkan belum tentu memiliki perasaan yang sama dengannya.

“kau memang sudah gila cho kyuhyun !” desah eunhyuk sembari merebahkan badannya.

*~ TIME TO LOVE ~*

“hah ~”

Untuk kesekian kalinya min rin mendesah dan melirik kearah jam. Ia berguling kian kemari saat menerima kenyataan bahwa jarum jam yang tak menunjukkan pergerakkan yang berarti sejak terakhir ia melihatnya. Seluruh sudut kamar sudah ia rapikan guna mengusir rasa bosannya yang sudah mencapai ubun-ubun. Bahkan buku bacaan yang terdapat di kamar tersebut belum mampu mengusir rasa bosan yang kini tengah melandanya.

Min rin bangkit dari tempat tidurnya. Ia berjalan menuju balkon kamarnya. Udara segar di sore itu seketika menyapanya, tepat saat ia membuka pintu yang menjadi pembatas antara kamar dan balkon. Min rin duduk di kursi yang terdapat disana lalu menyandarkan tubuhnya menikmati angin sore yang membelai lembut tubuhnya.

Ia mendongakkan kepalanya dan menatap langit yang sudah berwarna jingga, dihiasi oleh burung-burung yang berterbangan hendak menuju sarangnya. Min rin tersenyum sekilas saat melihat seekor burung yang terbang agak berjauhan dengan kawanan yang lainnya. Burung itu mengingatkan akan dirinya saat ia berada di panti asuhan dulu. Selalu tertinggal dan tak di anggap. Ya..itulah yang pernah dialami oleh min rin saat ia berada dipanti asuhan. Tak ada satupun yang mau berteman dengannya karena suatu alasan yang tak jelas. Bahkan ia berani bertaruh saat kepergiannya para penghuni panti asuhan itu pasti mengadakan pesta atas kepergiannya.

Min rin menggelengkan kepalanya sejenak. Menghalau kilasan masa lalu yang sedang berputar di kepalanya. Ia meringis membayangkan hidupnya yang tak pernah lepas dengan penderitaan. Terkadang min rin sempat berpikir, apakah Tuhan membencinya sehingga ia selalu diberikan ujian yang begitu berat ?

Min rin bahkan berniat untuk mengakhiri hidupnya karena sudah tidak tahan dengan semua penderitaan yang ia alami. Tapi, ia mengurungkan niatnya. Bunuh diri bukanlah solusi untuk masalahnya. Lagipula, masih banyak hal yang ingin ia kerjakan selama ia masih hidup di dunia fana ini. Dan lagi, ia yakin bahwa Tuhan pasti merencanakan hal yang terbaik untuknya hanya saja ia belum tau kapan hal itu akan terjadi. Biarlah sang waktu yang akan menjawab semuanya. Dan tugas min rin hanya satu, yaitu menunggu sampai saat itu tiba.

*~*~*~*

“..yak..bangun ! yak !!”

Min rin terbangun saat merasakan sentuhan kasar di lengannya. Min rin menguap dan merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku akibat tertidur di kursi. Min rin mengerjap dan sedikit kaget saat melihat kyuhyun berdiri di hadapannya. Berdiri dengan tatapan angkuh dan tangan yang bersedekap di dada. Kyuhyun mengenakan kaus longgat dengan v-neck memamerkan leher putihnya. Rambut kyuhyun yang terbang di tiup angin membuat min rin sedikit terpana dan merasakan suatu gejolak di dadanya. Sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“noona menyuruhku untuk memanggilmu, sudah waktunya makan malam”

Dingin. Itulah yang bisa di rasakan oleh min rin saat mendengar nada bicara kyuhyun yang dingin terhadapnya. Tepat setelah ia menyampaikan maksudnya ia berbalik dan meninggalkan min rin yang masih terdiam di tempatnya.

Min rin mendesah. Ia sendiri bingung kenapa kyuhyun tak suka padanya. Satu lagi ujian yang akan di tempuh oleh min rin. setelah berhasil melewati masa-masa sulit semasa di panti asuhan, di rumah jung ahjumma, sekarang ia di hadapkan oleh sang penyelamat yang tak menyukai dirinya.

“eo..min rin-ah, meokja (ayo makan)” seru ahra saat melihat kedatangan min rin.

Min rin berjalan kaku dan membungkukkan badannya sebelum ia menduduki salah satu kursi yang masih kosong. Ia duduk tepat di depan kyuhyun sedangkan di sebelah kanannya di huni oleh ahra.

“meokja !” seru ahra riang lalu mulai melahap makanannya.

Setelah itu tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Mereka mulai sibuk melahap makanan masing-masing. yang terdengar hanyalah suara dentingan sumpit dari besi (?) yang berdenting ketika bersentuhan dengan piring.

Sesekali min rin melirik kearah kyuhyun. Dan saat itu bertepatan dengan kyuhyun yang juga menatap kearahnya. Hanya saja tatapannya begitu dingin dan menusuk. Membuat min rin menundukkan kepalanya dalam dan tak berani menatap kyuhyun lebih lama lagi.

“eo..min rin-ah~ kau pasti bosan bukan seharian di rumah, bagaimana kalau besok kau ikut dengan eonni saja ? eottae ??”

Min rin menoleh kearah ahra. Ia berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya tak lupa dengan sedikit senyuman sebagai ganti jawaban dari iya. Tak ada salahnya jika ia ikut dengan ahra. Setidaknya dia tidak akan merasa bosan lagi berada sendirian di rumah.

“aku selesai” seru kyuhyun seraya menaruh kasar sumpitnya. Ia bangkit berdiri lalu berjalan menuju kamarnya tanpa sedikitpun menoleh kebelakang. Ahra mendengus sebal melihat tingkah dongsaengnya itu. “cih, ada apa dengannya ? dasar !” gerutu ahra lalu kembali mengunyah makanannya.

Min rin menatap kosong bangku yang di duduki oleh kyuhyun tadi. Min rin mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Ia benar-benar tidak mengerti dimana letak kesalahannya hingga kyuhyun begitu tidak menyukainya. Apa karena ia diizinkan oleh ahra untuk tinggal dirumahnya ? tapi bukankah dia sendiri yang membawa dirinya masuk kedalam rumah mewahnya ini ?

Pikiran min rin berkecamuk. Sumpit yang ia pegang terlepas menimbulkan dentingan bunyi ketika menyentuh permukaan meja. Ahra menoleh pada min rin yang diam dan menatap makanannya tanpa minat sedikitpun.

“wae ? apa makanannya tidak enak ?” tanya ahra.

Min rin terkesiap lalu bergegas mengambil kembali sumpitnya. “aniyo..makanan ini enak sekali eonni” kilah min rin. Ia kembali mengunyah makanannya lalu tersenyum kearah ahra. Ahra membalas senyuman min rin lalu kembali mengunyah makanannya.

*~*~*~*~*

= min rin pov =

“enghh..” aku sedikit mengerang kecil merasakan kering di kerongkonganku. Aku menoleh kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 2 dini hari. Dengan langkah gontai dan sedikit sempoyongan ku raih gagang pintu lalu berjalan keluar dari kamar. Aku berjalan sepelan mungkin berusaha untuk tidak menimbulkan bunyi agar tak membangunkan kyuhyun dan ahra eonni. Suasana rumah yang sudah lumayan gelap membuatku jadi tak bisa melihat dengan jelas jalan yang ada di depanku. Saat aku ingin berbelok tanpa sengaja aku menyenggol sebuah vas. Dengan cekatan aku meraih vas tersebut. aku menghembuskan nafas lega saat tanganku berhasil menangkap vas tersebut. fiuh ! hampir saja. Aku memerhatikan vas itu dengan seksama. Walaupun dalam keadaan gelap vas tersebut terlihat bercahaya dan cantik. Harga vas ini pastilah sangat mahal.

Disaat aku masih asyik dengan kegiatan mengamati vas bunga, tiba-tiba lampu menyala dan terdengar suara seseorang yang hampir membuatku menjatuhkan vas bunga yang ada di tanganku.

“sedang apa kau ?”

Aku menoleh dan mendapati kyuhyun yang berdiri di samping saklar dengan tangan yang bersedekap di dada. Seperti biasa, ia menatapku dengan sorot matanya yang tajam bak elang. Kyuhyun berjalan mendekatiku. Tatapannya teralih pada tanganku yang memegang vas bunga.

“mau kau apakan vas itu ? itu vas kesayangan eommaku”

Aku terkesiap. Belum sempat aku menaruh vas itu kembali pada tempatnya, tangan kyuhyun telah merebutnya terlebih dahulu. Aku sedikit kaget saat ia merebut paksa bas yang ada di tanganku. Membuatku sedikit terhuyung karena tarikannya yang cukup kuat.

“apa ini target pertamamu huh ?” tanyanya tajam. Oh tidak ! ia pasti mengira aku akan mengambil vas bunga itu. Aku menggeleng cepat berusaha membantah tuduhannya padaku.

“aniyo..tadi aku tidak sengaja menyenggolnya dan-“

“alasan ! jika aku tidak memergokimu kau pasti akan mengambil vas ini bukan ?”

Hatiku tertohok saat mendengar ucapan dari kyuhyun. mataku terasa memanas hendak mengeluarkan sesuatu, namun masih bisa ku tahan. Lidahku kelu. Entah kenapa aku tidak bisa membalas perkataannya. Aku jadi menyesali perbuatanku yang tak langsung menaruh vas itu saat aku hampir menjatuhkannya.

“kenapa kau diam ? ayo jawab aku !”

Aku menundukkan kepalaku dalam. Tak berani menatap wajah kyuhyun yang hanya berjarak satu meter dariku. Kata-katanya begitu tajam dan menusuk. Sungguh, aku tak terima di tuduh sebagai pencuri olehnya. Aku ingin sekali membalas semua perkataannya terhadapku. Tapi entah kenapa sesuatu membuatku tak bisa mengeluarkan suara sedikitpun. Yang bisa ku lakukan saat ini hanyalah menunduk dan membiarkan ia mengintimidasiku.

“ada apa ini ? kenapa malam-malam begini kalian ribut huh ?” ujar sebuah suara. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat ahra eonni yang melangkah mendekati kami.

“ada apa kyu ?” tanya ahra eonni pada kyuhyun.

“kau tanyakan saja pada dia. Dia hampir saja mengambil vas kesayangan eomma” jawab kyuhyun. sekali lagi, ucapan kyuhyun berhasil menusuk hatiku. Membuatku sedikit sesak dan ingin menumpahkan air mataku. Tapi sekali lagi aku menahan rasa itu.

“a..aniyo ! aku sama sekali tak berniat untuk mengambil apapun. Tadi aku tak sengaja menyenggol vas itu dan hampir saja terjatuh tapi aku berhasil menangkapnya..aku berani bersumpah eonni kalau aku sama sekali tak berniat mencuri vas itu” jelasku dengan suara yang sedikit bergetar.

“geurae..eonni percaya padamu..” jawab ahra eonni yang membuat hatiku sedikit lega.

“noona-“

“cukup kyu ! kau tak boleh menuduh orang sembarangan..” tukas ahra eonni cepat. Kyuhyun mendengus kesal lalu menyerahkan vas yang ada di tangannya pada ahra eonni. Setelah itu ia pergi meninggalkan kami berdua. Aku sedikit kaget saat mendengar ia membanting pintu kamarnya dengan keras. Ahh..ku rasa setelah ini ia pasti semakin membenciku.

“ja ! min rin-ah, ma’afkan sikap kyuhyun barusan. Terkadang ia memang suka bertindak seenaknya, jadi eonni harap kau dapat memakluminya”

Aku mengangguk pasrah. Mengiyakan perkataan dari ahra eonni. Aku sudah terbiasa memaklumi sikap buruk seseorang terhadapku. Bagiku di perlakukan seperti itu bukanlah hal yang baru bagiku. Aku sudah terlalu sering mengalami hal itu semasa aku dip anti asuhan.

Aku membatalkan niat awalku yang ingin mengambil minuman di dapur dan pasrah saat ahra eonni menggiringku menuju kamar. Aku membaringkan tubuhku diatas ranjang. Ahra eonni menyelimutiku lalu mengelus kepalaku lembut. Sejenak aku merasa nyaman saat tangan ahra eonni menyentuh kepalaku. Seumur hidup belum ada yang pernah membelai kepalaku selembut ini.

“jaljayo min rin-ah”

*~ TIME TO LOVE ~*

= author pov =

“kau yakin tidak mau ikut bersamaku kedalam ?”

Untuk kesekian kalinya ahra bertanya pada min rin. Saat ini mereka sudah berada di tempat dimana ahra mengajar les biola. Ahra meminta min rin untuk ikut masuk kedalam kelasnya tapi min rin menolak. Ia lebih memilih untuk duduk di luar menunggu sampai ahra selesai mengajar. Ia kurang begitu suka berada di tempat yang ramai makanya ia tetap bersikeras menunggu ahra di luar.

“geureom..eonni masuk dulu, kau tunggu disini ya”

Min rin mengangguk lalu menghempaskan badannya ke sebuah kursi yang tersedia di luar. Ia memandang keseluruh sudut ruangan yang di dominasi oleh warna putih dan beberapa gambar nada sebagai penghias di dinding. Suara alunan musik terdengar di setiap ruangan yang ada di tempat tersebut.

Cukup lama min rin duduk diam di tempatnya. Hingga akhirnya ia merasa bosan dan memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Melihat-lihat keadaan sekeliling. Langkah min rin terhenti saat ia mendengar suara petikan gitar yang terdengar sangat merdu di telinganya.

Suara gitar tersebut begitu lembut dan sarat akan kesedihan. Min rin mengikuti arah dimana bunyi itu berasal. rasa ingin tahunya mendorongnya hingga akhirnya ia sampai di sebuah taman yang terletak di belakang gedung ini. Entah kenapa ada suatu hal yang mendorongnya untuk melangkah menuju sumber bunyi itu. Ada perasaan nyaman saat alunan music itu masuk ke indera pendengarnya

Min rin mendapati sesosok pria yang duduk di sebuah bangku panjang yang terletak di bawah pohon yang rindang. Pria itu mengenakan kemeja kotak-kotak yang di dalamnya di lapisi oleh kaos berwarna hitam. Tangannya sibuk memetik senar gitar dengan mata yang terpejam, menikmati alunan melodi dari gitar yang di mainkannya.

Pria itu begitu asyik memainkan gitarnya hingga ia tak menyadari kehadiran min rin yang sudah berdiri di depannya. Untuk sesaat min rin sempat terpesona dengan aksi pria itu. Tangannya begitu lincah memetik senar gitar itu. Pria itu pasti sudah sangat ahli dalam memainkan alat music petik itu. Min rin ikut memejamkan matanya menikmati alunan melodi tersebut. Seulas senyum menghiasi bibirnya.

Tanpa ia sadari pria yang memainkan gitar tersebut menghentikan permainannya. Dan agak sedikit terkejut saat melihat kehadiran min rin. pria itu tersenyum tipis saat melihat min rin yang masih memejamkan matanya. Ia menopang dagunya pada gitar di tangannya dan memerhatikan min rin dengan seksama.

“sebegitu indahkah permainan gitarku sampai kau begitu menikmatinya ?” seru pria itu yang berhasil membuat min rin tersentak kaget. Pria itu terkekeh saat melihat ekspresi kaget min rin. Sedangkan min rin hanya tertunduk malu dan sibuk merutuki dirinya sendiri.

“apa kau murid baru disini ?” tanya pria itu.

Min rin mengangkat kepalanya. “nde ? eo..aniyo, aku hanya sedang menemani eonniku..” jawab min rin sedikit kaku. Pria itu tersenyum tipis lalu bangkit dari tempat duduknya. Perlahan ia berjalan mendekati min rin. Saat ia sudah tepat berada di hadapan min rin, pria itu mengulurkan tangannya.

“bolehhkah aku berkenalan denganmu ?”

Min rin tersenyum kikuk lalu sedikit ragu membalas uluran tangan pria itu. “park min rin imnida..” ujar min rin sambil menyunggingkan senyum tipisnya. Pria itu ikut tersenyum. “nama yang indah..” gumamnya.

“senang berkenalan denganmu min rin-ssi, perkenalkan..lee donghae imnida”

Tbc.

Advertisements

6 thoughts on “TIME TO LOVE CHAPTER II

  1. annyeong ^^ ak pengunjung (?) baru ㅋㅋㅋㅋ
    ini lanjutanny ad ng??? ak suka bnget sm ff ini, makany ak minta link wordpress km chingu hehehe
    oh y klau mau minta pw ke fb km bisa ng chingu???

    • annyeong^^
      eoso eoseyo~ :3

      wah, yang ini belom ada aku lanjutin alias mentok di part ini
      soalnya gak ada yang nanyain kelanjutannya sih, makanya gak aku lanjut ._.
      tapi ntar aku coba deh :3
      hohoho~ boleh kok ^^
      tapi tenang aja, soalnya aku belom kepikiran buat ngeprotek apa-apa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s